RADAR SURABAYA - Anak berkebutuhan khusus (ABK) membutuhkan media pembelajaran yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dapat menyesuaikan diri dengan kemampuan dan cara belajar mereka.
Dosen Universitas Dinamika Surabaya (Undika) mengembangkan media pembelajaran biologi khusus ABK yang kini telah disalurkan ke beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jawa Timur.
“Selain membantu anak-anak berkebutuhan khusus belajar, Flanatomy juga memudahkan guru dalam memberi ilmu pengetahuan kepada mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PK-PLK Dinas Pendidikan Jawa Timur, Iva Candraningtyas, berharap Flanatomy akan hadir dengan materi yang lebih beragam ke depannya.
“Kita memerlukan media pembelajaran yang inklusif seperti Flanatomy ini, karena pendekatan audio, visual, dan taktil sangat membantu siswa dalam memahami konsep biologi.
Harapannya, inovasi seperti ini bisa terus berkembang dan merambah ke materi-materi lain,” pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa