RADAR SURABAYA - Para pelaku UMKM di Terminal Tambak Oso Wilangun (TOW) Surabaya mulai merasakan angin segar. Sejak terminal tersebut difungsikan sebagai lahan parkir dan area transit angkutan barang dari kawasan pergudangan Margomulyo hingga Romokalisari, geliat aktivitas ekonomi pedagang kecil ikut terdongkrak.
Mira, salah satu pedagang yang berjualan di Terminal TOW sejak 2019, mengaku kini dagangannya lebih laku dibandingkan sebelumnya. Ia menilai kehadiran truk dan sopir angkutan barang membawa perubahan positif bagi pelaku UMKM di kawasan terminal.
“Dengan masuknya angkutan barang ke Terminal TOW, ada peningkatan penjualan meskipun sedikit. Tapi tetap terasa bedanya,” ujarnya, Kamis (11/12).
Menurut Mira, saat terminal hanya difungsikan sebagai terminal bis, situasinya jauh lebih sepi. “Penumpang bis itu sedikit, hampir tidak ada. Banyak teman pedagang yang tutup. Sekarang tinggal beberapa saja yang bertahan,” tambahnya.
Selain makanan dan minuman, para sopir angkutan barang biasanya mencari rokok serta kebutuhan mandi seperti sabun dan peralatan harian lainnya. “Kadang mereka menginap berhari-hari menunggu muatan. Jadi kebutuhan mereka lumayan banyak,” kata Mira.
Ia berharap ke depan pengelola terminal bisa menambah armada bus agar kawasan terminal kembali ramai seperti dulu.
Hal senada disampaikan Jamila, pedagang lain yang sudah berjualan sejak 2015. Ia merasakan adanya peningkatan pemasukan setelah truk dan kendaraan pengangkut logistik mulai menggunakan Terminal TOW sebagai titik singgah.
“Memang berpengaruh, meskipun tidak banyak. Tapi cukup membantu kami para pedagang,” tuturnya.
Menurutnya, rokok, minuman, camilan, dan kebutuhan sehari-hari menjadi barang yang paling sering dicari para sopir.
Jamila mengakui bahwa pandemi COVID-19 sempat membuat pendapatan para pedagang turun drastis. Namun, perubahan fungsi terminal sebagai area transit logistik kini memberi peluang baru bagi usaha kecil di kawasan tersebut. (sam/gun)
Editor : Guntur Irianto