RADAR SURABAYA — Menjelang puncak musim hujan, Pemkot Surabaya tengah berpacu menyelesaikan sejumlah proyek drainase strategis. Salah satunya pembangunan box culvert di Jalan Jetis Seraten, Ketintang, Gayungan, yang sempat molor akibat utilitas tiang listrik PLN dan kini tengah dikebut agar bisa difungsikan 19 Desember mendatang.
Proyek sepanjang 300 meter ini merupakan salah satu titik prioritas pengendalian banjir di wilayah selatan Surabaya. Namun sejak dimulai, progresnya berjalan lamban akibat keberadaan utilitas yang menghambat alat berat masuk ke lokasi.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariyadi, mengakui pekerjaan sempat tersendat akibat utilitas tiang PLN yang baru dipindah pekan lalu. “Kendala tiang utilitas yang baru free minggu kemarin,” jelas Syamsul.
Kini, setelah hambatan teratasi, DSDABM menekan rekanan untuk mengebut pengerjaan agar tidak mengganggu kesiapan kota menghadapi cuaca ekstrem. “Target kita harus selesai cepat,” tegasnya.
Syamsul juga menegaskan bahwa sanksi berat seperti pemutusan kontrak tidak dipilih karena justru bisa membuat proyek mangkrak dan membebani anggaran di tahun berikutnya.
Kepala Bidang Drainase, Windo Gusman Prasetyo, menyebut progres pekerjaan kini sudah berada di tahap akhir. Penyelesaian bahkan dilakukan pada malam hari untuk mengurangi dampak kemacetan. “Tinggal proses pengurugan dan pengaspalan,” ujarnya.
Windo juga menegaskan bahwa box culvert Jetis Seraten memiliki fungsi ganda: meningkatkan kapasitas drainase untuk mencegah genangan sekaligus pelebaran akses jalan. “Nanti difungsikan untuk pelebaran jalan umum,” katanya.
Pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan fisik, termasuk pengaspalan, ditarget rampung pada 19 Desember sehingga arus lalu lintas kembali normal.
DSDABM memahami ketidaknyamanan warga akibat kemacetan dan debu yang timbul. Mereka meminta masyarakat bersabar karena proyek ini dinilai sangat vital dalam upaya jangka panjang mengurangi risiko banjir di kawasan selatan kota.
“Kami mohon maaf. Pengguna jalan bisa sementara menggunakan jalur alternatif,” pungkas Windo.
Dengan kini memasuki fase penyelesaian, Jetis Seraten menjadi salah satu proyek drainase yang dikebut Pemkot untuk memastikan Surabaya lebih siap menghadapi musim penghujan akhir tahun. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto