RADAR SURABAYA — Progres pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya, menunjukkan perkembangan signifikan. Struktur baja utama yang menghubungkan Gedung Siola dengan area pertokoan di Jalan Tanjung Anom kini telah tersambung.
Dari pantauan di lapangan, rangka baja JPO yang membentang di atas Jalan Tunjungan tampak sudah terbentuk dan tersusun kokoh. Pemasangan platform baja terlihat sebagian besar selesai, sementara bagian bawah jembatan masih diselimuti jaring keamanan berwarna biru.
Aktivitas kendaraan di bawahnya tetap berlangsung padat, menandakan pekerjaan konstruksi dilakukan tanpa menutup akses jalan. Di sisi barat dan timur, beberapa bagian masih ditutup seng proyek dan terbungkus terpal biru, menunjukkan pekerjaan lanjutan pada area sambungan.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, memastikan progres fisik pembangunan telah melampaui 50 persen. “Ya, 50 persen lebih, karena struktur bangunannya sudah terbentuk,” ujarnya saat pada Radar Surabaya.
Namun, Wiwiek menyebut bahwa target penyelesaian JPO yang semula diproyeksikan selesai pada akhir 2025 kini harus direvisi. Pihak pelaksana proyek yang berasal dari sektor swasta mengajukan penyesuaian waktu akibat sejumlah kendala teknis. “Rencananya baru selesai April 2026,” ungkap Wiwiek.
Ia menjelaskan bahwa tambahan waktu tersebut diperlukan karena adanya penyesuaian pekerjaan di lapangan. Meski begitu, penyesuaian tersebut bukan disebabkan perubahan desain.
“Karena ada penyesuaian beberapa hal secara teknis, mungkin ada penyesuaian material dan sebagainya,” jelasnya.
Wiwiek memastikan bahwa peremajaan JPO Tunjungan tetap berjalan sesuai standar keamanan, mengingat jembatan lama yang dibangun pada 1987 telah dikategorikan rapuh berdasarkan hasil kajian tim independen pada awal 2025.
Sementara itu, lokasi proyek tetap dapat dilalui masyarakat. Penyesuaian waktu kerja dilakukan agar kegiatan konstruksi tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan dan pelaku usaha di kawasan tersebut.
Dengan progres struktur yang sudah terlihat nyata dan penyempurnaan teknis masih berlangsung, Pemkot Surabaya berharap JPO Tunjungan yang baru bisa menjadi ikon baru yang tidak hanya aman, tetapi juga lebih estetik bagi warga maupun wisatawan. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto