Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sebanyak 10-15 Persen Anak HIV di Surabaya Tertular dari Ortu

Rahmat Sudrajat • Selasa, 9 Desember 2025 | 23:52 WIB
BERBAGI: Seorang ibu mengajak buah hatinya melihat pameran tentang cerita anak ODHIV yang dituangkan dalam sebuah foto dan dipamerkan di Balai Pemuda Surabaya.
BERBAGI: Seorang ibu mengajak buah hatinya melihat pameran tentang cerita anak ODHIV yang dituangkan dalam sebuah foto dan dipamerkan di Balai Pemuda Surabaya.

RADAR SURABAYA - Kasus orang dengan HIV (ODHIV) tak hanya menjangkiti orang dewasa, tapi juga anak-anak. Mereka tertular dari orang tuanya.

Meski demikian, saat ini sudah ada pencegahan agar anak yang baru lahir tidak positif HIV jika orang tua mereka penderita penyakit terkait.

Koordinator Kelompok Dukungan Surabaya Suara Berdaya Surabaya (KDS SBS), Michael Yudhianto Bonang, mengatakan, anak anak dari orang tua yang positif langsung dapat pencegahan setelah lahir.

"Jika ngomong tren untuk wilayah Jatim saat ini sudah ada triple eliminasi pada ibu sudah berjalan," tuturnya, Selasa (9/12).

Pihaknya sudah mendampingi 7.000 ODHIV di Surabaya. Tidak hanya dari Surabaya saja namun dari sejumlah daerah. Sedangkan dari 7.000 ODHIV untuk presentase anak-anak sekitar 10-15 persen.

"Rata-rata di Surabaya untuk anak- anak yang positif HIV 10-15 persen (tertular, Red) dari orang tua. Pendampingan kami pilah-pilah benar penyebabnya, dari orang tua atau faktor risiko yang lain seperti pergaulan bebas," jelasnya.

Michael mengaku anak-anak saat beranjak dewasa terbentur masalah social. Mereka mendapatkan diskriminasi waktu sekolah hingga beranjak dewasa.

“Sampai ada yang mendapat diskriminasi di tempat kerja dan ditolak untuk menikah karena stigma negatif,” urainya.

Michael menyebut Pemkot Surabaya telah menyediakan 126 tempat tes HIV yang tersebar luas di 63 Puskesmas, 62 rumah sakit, dan satu klinik utama.

Ini adalah upaya untuk memudahkan semua orang mengakses tes kesehatan.

Tes tersebut secara khusus difokuskan pada kelompok yang memiliki risiko penularan tinggi, seperti pekerja seks, pengguna narkoba suntik, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), waria, serta ibu hamil, calon pengantin, dan pasien penyakit menular seperti TBC atau penyakit kelamin. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#puskesmas #surabaya #penelitian #positif hiv #orang tua #pendampingan #tertular #ODHIV #anak anak #Radar Surabaya