Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Omzet Pedagang Kerupuk di Sentra Ikan Bulak Anjlok, Dulu Rp 500 Ribu Per Hari, Kini Rp 100 Ribu  

Indra Wijayanto • Senin, 8 Desember 2025 | 23:23 WIB

SEPI PENGUNJUNG: Suasana Sentra Ikan Bulak lengang kemarin (3/12). Hanya beberapa lapak yang memilih buka, sementara mayoritas gerai memilih tutup. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
SEPI PENGUNJUNG: Suasana Sentra Ikan Bulak lengang kemarin (3/12). Hanya beberapa lapak yang memilih buka, sementara mayoritas gerai memilih tutup. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
 

RADAR SURABAYA - Aktivitas jual beli di Sentra Ikan Bulak (SIB), Kecamatan Bulak, kian lesu. Dari pantauan Jawa Pos kemarin (3/12), banyak tenant yang tutup, bahkan kosong. Di area penjualan kerupuk misalnya.

Hanya tiga pedagang yang masih bertahan meski omzet harian mereka anjlok. Sisanya, memilih berjualan di luar SIB. Kondisi itu membuat kawasan yang dulu adalah ikon wisata kuliner hasil laut menjadi lengang dan minim transaksi.

Kurangi Stok

Seorang pedagang kerupuk Liana mengaku, omzetnya anjlok tajam usai pandemi. Dulu, perempuan yang sudah berjualan lebih dari 10 tahun itu mampu menyetok kerupuk hingga lima kilogram. ”Sekarang cuma berani stok dua kilogram aja. Soalnya pembeli kadang ada, kadang enggak,” terangnya.

MENUNGGU PEMBELI: Pedagang di Sentra Ikan Bulak (SIB), Kecamatan Bulak, kian lesu. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
MENUNGGU PEMBELI: Pedagang di Sentra Ikan Bulak (SIB), Kecamatan Bulak, kian lesu. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

Pendapatan yang sebelumnya mencapai sedikitnya Rp 500 ribu per hari pun turun hingga sekitar Rp 100 ribu. Di hari tertentu bahkan kerupuknya tidak laku sama sekali, terutama saat weekday. ”Seratus ribu saja sudah untung-untungan. Dapat untung dikit nggak papa pokoknya terjual,” kata warga Cumpat itu.

Di sisi lain, para pedagang kerupuk ikan juga menghadapi masalah terkait ketahanan produk mereka yang rata-rata hanya bertahan sekitar satu bulan. Untuk memperpanjang usia jual, mereka biasanya memilih untuk berjualan di tempat lain. ”Atau biasanya kami goreng ulang. Tapi biaya minyak tinggi dan kualitas rasa jadi menurun,” jelas Liana.

Upaya Pemkot

Ketua LPMK Kedung Cowek Adi Santoso mengatakan, penurunan aktivitas di SIB terjadi merata di semua lantai. Jumlah tenant aktif terus menyusut pasca pandemi. Menurutnya, berbagai langkah sudah ditempuh Pemkot.

Mulai pemindahan PKL, penyediaan wahana permainan anak, penyelenggaraan event, hingga parkir gratis. Namun, upaya itu tidak cukup mengubah situasi. ”Untuk pedagang makanan dan minuman pendapatannya tidak menentu. Kadang Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, bahkan juga sering nggak dapat,” katanya.

Pindah Jualan saat Siang

Pantauan Jawa Pos, baik di lantai satu atau dua, banyak tenant yang tutup maupun kosong. Hanya menyisakan beberapa tenant yang berusaha bertahan. Alasannya, mereka tidak mau nama mereka dikeluarkan dari SIB. ”Akhirnya ngakalin pagi buka, siangnya saya jualan di area tanggul. Kalau nggak gitu gak dapat pemasukan,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya. (dho/ama/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#omzet #pembeli #pedagang #Bulak #kerupuk