RADAR SURABAYA - Memasuki musim hujan, sejumlah ruas jalan di Kota Surabaya mulai mengalami kerusakan. Genangan air dan tingginya volume kendaraan membuat beberapa titik jalan berlubang. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.
Untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) terus melakukan pemeliharaan secara rutin. Perbaikan dilakukan sepanjang tahun, baik melalui pemantauan langsung maupun hasil laporan masyarakat di media sosial.
Baca Juga: Unesa Beri Beasiswa dan Pendampingan Psikologis bagi Korban Banjir Aceh-Sumatera
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya, Adi Gunita, menyampaikan bahwa anggaran pemeliharaan jalan di Surabaya pada tahun 2025 mencapai hampir Rp 35 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk perbaikan, penambalan, dan peningkatan kualitas jalan di seluruh wilayah kota.
Menurut Adi, intensitas pemakaian material aspal meningkat signifikan selama musim hujan. “Kebutuhan tonase saat musim hujan seperti sekarang hampir mencapai 100–120 ton per hari. Sedangkan pada musim kemarau, rata-rata penggunaan material hanya sekitar 40–50 ton per hari untuk pemeliharaan dan penambalan jalan se-Surabaya,” jelasnya, Senin (8/12).
Adi menambahkan, munculnya lubang di jalan dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain, kondisi drainase yang kurang optimal, beban kendaraan yang melebihi kapasitas, serta struktur tanah yang tidak stabil saat terendam air hujan.
“Kami melakukan penambalan jalan yang sifatnya sementara atau temporary untuk lubang-lubang yang muncul. Hal ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” tegasnya.
DSDABM juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan lokasi jalan rusak melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Surabaya maupun media sosial agar perbaikan dapat segera ditindaklanjuti. (*)
Editor : Lambertus Hurek