RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat posisinya
sebagai kota dengan ekosistem pembinaan sepak bola usia dini terbaik
di Indonesia. Terbaru, delegasi Tranmere Rovers Football Club dari
wilayah Liverpool Raya, Inggris, kembali datang ke Surabaya untuk
mematangkan program kerja sama jangka panjang yang akan berlangsung
mulai 2026.
Kunjungan yang berlangsung di Balai Kota Surabaya itu bukan sekadar
seremoni. Pertemuan ini menandai masuknya Surabaya ke fase
development partnership tingkat lanjut, di mana pembinaan sepak bola
U-14 direncanakan akan dikelola secara lebih terstruktur dan terukur
bersama klub profesional Inggris tersebut.
Usai pertemuan, delegasi Tranmere Rovers pun juga turun langsung ke
Lapangan Thor untuk memberikan coaching clinic eksklusif kepada 200
pemain muda dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) Surabaya.
Kepala Bagian Hukum dan Kerja Sama Kota Surabaya, Sidharta Praditya
Revienda Putra, menyebut pertemuan ini menjadi titik penting untuk
memperluas kualitas pembinaan yang sudah berjalan sepanjang 2025.
“Fokus utama bukan hanya berbagi ilmu, tetapi membangun sistem yang
bisa diulang. Karena itu, kami sedang memfinalisasi rencana
mendatangkan pelatih profesional Tranmere Rovers untuk tinggal dan
melatih langsung di Surabaya,” jelas Sidharta.
Program tersebut semula dijadwalkan berjalan tahun ini, namun
tertunda dan kini disiapkan untuk direalisasikan pada 2026 atau 2027.
Sidharta menegaskan, kerja sama ini tidak lagi bersifat event-based,
tetapi diarahkan menjadi pembinaan yang berkelanjutan.
“Supaya dampaknya terasa, kami mulai menerapkan mekanisme monitoring
dan evaluasi agar program lebih terukur dan tidak berhenti di satu-
dua kegiatan saja,” ujarnya.
Perwakilan Tranmere Rovers, Dan O’Donnell, menyampaikan optimismenya
terhadap kualitas pemain muda di Surabaya. “Hari ini kami melatih 200
pemain U-14, dan standar teknik mereka cukup baik. Banyak yang cepat
memahami instruksi,” ujar Dan.
Dalam sesi klinik selama satu jam, para pelatih Inggris
memperkenalkan knockout competition, metode pelatihan yang menekankan
permainan, kesenangan, dan kompetisi sehat sekaligus.
Selain aspek teknik, Tranmere Rovers menegaskan pentingnya pendekatan
holistik. “Kami juga ingin menekankan nutrisi. Anak-anak berbakat
tidak akan berkembang tanpa kondisi fisik yang baik,” tambah Dan.
Jika pada 2025 program berjalan dalam format sehari, tahun depan
Tranmere Rovers menargetkan kegiatan dilakukan selama seminggu penuh,
mulai dari sesi pelatihan massal hingga pendampingan teknis khusus
untuk pemain terpilih.
Baca Juga: Wisatawan Asal Lampung Meninggal Terseret Air Bah di Grojogan Sewu Tawangmangu
“Kami ingin memberikan lebih banyak waktu agar materi yang diberikan
lebih lengkap, termasuk sesi talent identification,” kata Dan.
Tranmere Rovers sebelumnya telah menggelar coaching clinic pada Mei
2025, termasuk meninjau turnamen lokal dan memantau perkembangan
pemain Surabaya secara langsung.
Dengan semakin intensifnya hubungan sister city dengan Liverpool
Raya, Surabaya bersiap naik kelas. Kota ini tidak hanya menggelar
kompetisi rutin dan mengembangkan lapangan-lapangan standar
internasional, tetapi juga mulai terhubung dengan klub profesional
luar negeri.
“Dengan kemampuan yang kalian miliki saat ini, nikmati permainan
sepak bola kalian,” pungkasnya. (dim)