Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

UM Surabaya Bawa Dua Inovasi Kesehatan ke Sigma Asia 2025

Andy Satria • Minggu, 7 Desember 2025 | 23:42 WIB
INOVASI INTERNASIONAL: Direktur Eksekutif Rechal, Idham Choliq memberikan pemaparan terkait karya inovasi dalam forum ilmiah The Sigma Asia Regional Conference 2025 di Hong Kong Polytechnic University
INOVASI INTERNASIONAL: Direktur Eksekutif Rechal, Idham Choliq memberikan pemaparan terkait karya inovasi dalam forum ilmiah The Sigma Asia Regional Conference 2025 di Hong Kong Polytechnic University

RADAR SURABAYA - Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya berhasil menunjukkan prestasi di tingkat internasional.

Dua inovasi digital milik Research Center for Community Health and Artificial Intelligence (Rechal) berhasil lolos untuk dipresentasikan dalam forum ilmiah bergengsi, The Sigma Asia Regional Conference 2025.

Konferensi tersebut berlangsung di Hong Kong Polytechnic University pada 5-6 Desember 2025.

Adapun dua inovasi yang dibawa adalah Emo Safe, aplikasi penguatan kesehatan mental remaja berbasis ketahanan keluarga, serta Genc (Generasi Emas, Cegah Stunting), platform pendamping ibu dengan anak di bawah dua tahun untuk mencegah stunting, terutama di wilayah pedesaan.

Emo Safe dilengkapi fitur edukasi, pemantauan emosi, hingga modul komunikasi interaktif yang dirancang untuk memperkuat hubungan antara orang tua dan remaja.

Sementara itu, Genc menyediakan panduan gizi, pengingat jadwal MPASI, dan pemantauan tumbuh kembang yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat akar rumput.

Direktur Eksekutif Rechal, Idham Choliq, yang tampil sebagai oral presenter, menyampaikan bahwa terpilihnya dua inovasi tersebut menjadi bukti bahwa karya penelitian dari Surabaya mampu bersaing di panggung global.

“Terpilihnya Emo Safe dan Genc menunjukkan bahwa riset keperawatan, kesehatan masyarakat, dan kecerdasan buatan bisa melahirkan solusi nyata untuk isu kesehatan mental remaja dan stunting,” ujarnya melalui keterangan resmi, Minggu (7/12).

Idham menambahkan, keikutsertaan pada forum internasional membuka peluang kolaborasi lebih luas.

“Kami ingin memperkaya fitur aplikasi dengan wawasan global dan memberi manfaat lebih besar bagi keluarga Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Digitalisasi UM Surabaya, Radius Setiyawan menegaskan bahwa kiprah Rechal di Sigma Asia menjadi bukti keseriusan kampus dalam mendorong riset yang berdampak sosial.

“Visi kami bukan hanya menghasilkan inovasi, tetapi memastikan hasil riset bisa diterapkan secara nyata, baik nasional maupun global. Seluruh pusat studi, termasuk Rechal, kami dukung penuh untuk terus menjawab tantangan masyarakat dengan pendekatan ilmiah,” tegasnya. (sam)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Edukasi #um surabaya #mpasi #ilmiah #inovasi #kesehatan #platform #stunting #Radar Surabaya