Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Desainer Muda Surabaya Usung Pesan Stop Bullying dalam Rancangannya

Andy Satria • Minggu, 7 Desember 2025 | 23:37 WIB
FASHION ANAK: Sejumlah model anak berpose dengan mengenakan busana karya desainer asal Surabaya, Zakhari Wahyudi dalam peragaan busana di Surabaya beberapa waktu lalu.
FASHION ANAK: Sejumlah model anak berpose dengan mengenakan busana karya desainer asal Surabaya, Zakhari Wahyudi dalam peragaan busana di Surabaya beberapa waktu lalu.

RADAR SURABAYA - Dunia fashion anak di Jawa Timur terus menunjukkan perkembangan pesat.

Tidak hanya soal kreativitas desain, namun juga menjadi ruang penyampaian pesan sosial yang kuat.

Hal itu terlihat dalam gelaran Surabaya Fashion Parade beberapa waktu lalu.

Desainer muda Surabaya, Zakharia Wahyudi, pemilik brand Metamorph by Zack, berhasil mencuri perhatian lewat koleksi bertema rebellion dan membawa pesan khusus, yakni Stop Bullying.

Zakharia menuturkan, tema tersebut dipilih bukan sekadar gaya, tetapi bentuk kepedulian terhadap maraknya kasus perundungan anak yang terjadi belakangan ini.

“Karena temanya rebellion, saya ingin menghubungkannya dengan isu sosial. Akhir-akhir ini banyak anak mengalami bullying. Pesan stop bullying saya bawa agar penonton bisa tersentuh,” katanya, Minggu (7/12).

Dalam koleksi itu, ia menggunakan material sustainable fashion.

Bahan yang dipakai berasal dari sisa produksi pabrik denim dan kain limbah yang dibeli melalui kegiatan bazar amal.

“Saya membeli bahan dari orang-orang yang membutuhkan. Jadi saling membantu. Mereka butuh pemasukan, saya butuh material. Take and give,” jelasnya.

Menurut Zakharia, perkembangan fashion untuk segmen kids and teens di Jawa Timur kini semakin pesat.

Jika pada 2010 masih sangat terbatas, kini banyak desainer mulai melirik pasar tersebut.

“Dulu hanya dua desainer yang fokus di segmen anak. Tapi sekarang semakin banyak, bahkan desainer dewasa mulai beralih. Karena pasarnya lebih menjanjikan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, busana anak memiliki pasar yang lebih cepat terserap.

Koleksi yang tampil di fashion show biasanya langsung dibeli tanpa perlu disewakan ulang.

“Setelah ditampilkan, bajunya langsung dibeli. Jadi tidak repot. Banyak orang tua justru ingin membuat desain custom untuk anaknya,” tambahnya.

Zakharia berharap perkembangan fashion anak di Jawa Timur semakin berkualitas tanpa meninggalkan esensi usia anak.

“Saya berharap tidak mendewasakan anak melalui styling. Masih banyak yang terlihat terlalu dewasa dan vulgar. Harusnya tetap terlihat anak-anak dengan make up yang lembut dan styling yang sesuai,” ujarnya.

Ia menilai, busana seperti evening wear, ready to wear, hingga busana etnik tetap bisa tampil elegan tanpa melewati batas.

“Desainer bisa menyesuaikan kesan anak-anaknya. Tetap kreatif, tapi sopan dan aman,” pungkasnya. (sam)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#fashion #surabaya #surabaya fashion parade #designer #pesan khusus #stop bulying #koleksi #Radar Surabaya #muda