Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

RPU Jeruk Surabaya Terkendala Fasilitas Pendingin, Sehari Hanya Bisa Memotong 100–200 Ekor Ayam

Dimas Mahendra • Minggu, 7 Desember 2025 | 22:04 WIB

Jumlah pemotongan ayam di RPU Jeruk Surabaya belum maksimal. (IST)
Jumlah pemotongan ayam di RPU Jeruk Surabaya belum maksimal. (IST)
  

RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memodernisasi Rumah Potong Unggas (RPU) di kawasan Jeruk, Lakarsantri. Namun, target untuk memotong 5.000 ekor ayam per hari masih terkendala fasilitas pendingin.

Sejauh ini RPU Jeruk baru mampu merealisasikan 100–200 ekor ayam per hari. Penyebabnya bukan kurang pesanan, melainkan tidak adanya Air Blast Freezer (ABF). Fasilitas pendingin itu sangat vital dalam pengolahan unggas modern.

“RPU Jeruk beroperasi sejak Agustus lalu. Kami akan terus meningkatkan kapasitas pemotongan sesuai target awal,” kata Direktur Utama PT RPH Surabaya (Perseroda) Fajar Arifianto Isnugroho di Surabaya, Minggu (7/12).

Kepala Unit RPU Jeruk Lakarsantri, Sindhu menambahkan, produksi harian RPU Jeruk sementara ini masih berkisar di angka 100 hingga 200 ekor. Ini jelas tidak sebanding dengan permintaan pasar.

Menurut dia, permintaan dari luar Pulau Jawa terbuka lebar, tetapi seluruh pesanan besar tak bisa dilayani karena RPU Jeruk belum memiliki pendingin cepat.

 “Kalau potong, langsung kirim. Tidak bisa disimpan karena belum ada freezer,” ujarnya.

Tanpa ABF, menurut dia, penyimpanan stok dalam kapasitas besar tidak mungkin dilakukan. Produk harus langsung dikirim, sehingga permintaan skala besar tidak dapat dipenuhi. Di saat pesanan besar datang, solusinya adalah aktivitas penyembelihan harus dimulai lebih awal.

Namun, peningkatan produksi ini tidak bisa dilakukan setiap hari tanpa ABF. Keberadaan ABF menjadi kunci dalam hal kualitas produksi RPU Jeruk.

"Sebab, kalau pakai freezer biasa, bekunya lama. Itu akan berdampak pada kualitas kesegaran daging," ujarnya.

Kendati belum bisa memberikan pelayanan terhadap partai besar, RPU Jeruk, menurut Sindhu, tetap punya pangsa pasar tersendiri saat ini. Misalnya, kebutuhan daging ayam untuk program makan bergizi gratis (MBG).

Menurut dia, RPU Jeruk acap kali mendapat pesanan besar dari sejumlah SPPG untuk memenuhi kebutuhan program nasional itu. Hal ini tentu sangat berdampak pada operasional RPU Jeruk. "Sekali potong bisa satu ton atau sekira 500 ekor," ujarnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#RPU Jeruk Surabaya #Fajar Arifianto Isnugroho #RPH Surabaya #pemotongan unggas #Rumah Potong Unggas