Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pendapatan Parkir Terminal TOW Surabaya Melampaui Target, Ekonomi Sekitar Ikut Bergairah

Andy Satria • Jumat, 5 Desember 2025 | 00:41 WIB
PENDAPATAN: Suasana di terminal bus Tambak Oso Wilangon (TOW) Kota Surabaya, yang saat ini menjadi lahan parkir angkutan barang. Ini mampu menyumbangkan PAD.(ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
PENDAPATAN: Suasana di terminal bus Tambak Oso Wilangon (TOW) Kota Surabaya, yang saat ini menjadi lahan parkir angkutan barang. Ini mampu menyumbangkan PAD.(ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Terminal Tambak Osowilangon (TOW) Surabaya mencatatkan capaian pendapatan yang menggembirakan pada tahun 2025. Pendapatan dari sektor parkir truk di terminal tersebut berhasil melampaui target awal. Hingga November 2025, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) telah mencapai Rp 370 juta, jauh di atas target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 198 juta.

Kepala UPT Terminal Tambak Osowilangon, Hery Isbiyanto, menjelaskan bahwa sebagian lahan terminal kini dialihfungsikan sebagai tempat parkir angkutan barang. Kebijakan ini diambil karena banyak truk besar yang sebelumnya parkir sembarangan di kawasan pergudangan Romokalisari, Margomulyo, hingga area sekitar terminal.

“Lahan yang digunakan untuk Satuan Ruang Parkir (SRP) saat ini sekitar 100 unit. Tingkat keterisiannya rata-rata mencapai 75 kendaraan per hari,” ujar Hery, Kamis (4/12). 

Tarif parkir menggunakan sistem progresif sesuai Perwali, yakni Rp10.000 untuk dua jam pertama, Rp3.000 untuk jam berikutnya, dan tarif maksimal Rp40.000 per hari. Mayoritas pengguna parkir adalah angkutan barang yang menunggu antrean bongkar muat di gudang, khususnya truk logistik e-commerce.

Selain menambah pendapatan daerah, keberadaan parkir resmi di Terminal TOW juga membantu mengurai kemacetan dan meningkatkan keamanan.

“Menurut sopir angkutan barang, fasilitas di sini sangat membantu. Ada musala, toilet, warung makan, dan keamanan lebih terjamin dibanding parkir di pinggir jalan,” jelas Hery.

Karena tingginya permintaan, Pemkot Surabaya tengah mempertimbangkan rencana perluasan area parkir, termasuk memanfaatkan bangunan depan terminal untuk menambah kapasitas.

“Tahun 2026 target pendapatan kemungkinan meningkat menjadi Rp470 juta. Ke depan, kami berharap ada tambahan lahan agar bisa menampung lebih dari 100 unit,” tambahnya.

Hery menilai geliat pendapatan terminal berdampak positif pada perekonomian sekitar. Aktivitas UMKM di kawasan terminal kembali hidup sejak parkir truk dikelola secara optimal.

Sementara itu, untuk layanan angkutan penumpang, seluruh bus AKDP yang sebelumnya menggunakan terminal TOW dialihkan ke jalur yang selama ini digunakan bus kota. Pengaturan tersebut sudah disosialisasikan ke seluruh perusahaan transportasi terkait.

“Dengan pengalihan itu, pengelolaan parkir barang dapat lebih fokus dan tertata,” pungkas Hery. (sam/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Barang #berita pemerintahan #parkir #sumbang #osowilangun surabaya #terbaru #berita surabaya #daerah #berita surabaya hari ini #terminal #target #angkutan #pemkot surabaya #osowilangun #melebihi #asli #lebih #pad #pendapatan