RADAR SURABAYA – Rumah Sakit (RS) Kemenkes Surabaya menjalin kerja sama dengan Yayasan Kesehatan Telkom (Yakes Telkom).
Kerja sama kedua belah pihak diteken di RS Kemenkes Surabaya, Rabu (3/12).
Kerja sama ini sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat layanan rujukan kesehatan nasional dan mendukung transformasi layanan kesehatan.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian layanan kesehatan, yang membuka akses lebih luas bagi peserta jaminan Yakes Telkom untuk mendapatkan pelayanan di RS Kemenkes Surabaya.
Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha M.L Siahaan, SH., MARS., MH.Kes, mengatakan, kerja sama ini merupakan salah satu tonggak sejarah yang penting dalam pengembangan layanan kesehatan berjenjang, khususnya untuk kasus rujukan kedokteran nuklir.
“Dengan adanya layanan ini, masyarakat tidak perlu lagi pergi keluar kota ataupun ke luar negeri untuk mendapatkan pemeriksaan kedokteran nuklir yang lengkap,” ujarnya.
Dokter (dr) Martha mengungkapkan, upaya ini sejalan dengan visi Kementerian Kesehatan untuk menghadirkan layanan unggulan berkelas dunia di seluruh rumah sakit vertikal.
“Sekaligus memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan paripurna, modern, dan tepat waktu tanpa harus ke luar negeri,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, RS Kemenkes Surabaya juga mengadakan talkshow kesehatan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai layanan terbaru PETScan dan SPECT-CT.
Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler RS Kemenkes Surabaya, dr. Tri Pera Sucianti, Sp.KN-TM., menjelaskan, layanan Positron Emission Tomography (PET) Scan ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Jawa Timur.
“Teknologi ini memungkinkan deteksi dini berbagai kondisi kardiologi, gangguan saraf, serta kasus keganasan dengan tingkat akurasi sangat tinggi,” ungkapnya.
Tidak hanya untuk deteksi awal kanker, ia melanjutkan, PET Scan berperan penting dalam proses staging, restaging, hingga pemantauan respons terapi, sehingga pasien dapat memperoleh penatalaksanaan yang lebih tepat, cepat, dan terpersonalisasi.
“Kehadiran layanan ini menjadi langkah besar dalam peningkatan kualitas diagnosis di Jawa Timur,” ungkapnya.
Dokter Tri Pera mengungkapkan, dengan proses yang lebih efisien dan aman, masyarakat tidak lagi perlu bepergian ke luar daerah untuk mendapatkan layanan PET Scan.
Sedangkan SPECT-CT (Single Photon Emission Computed Tomography – ComputedTomography), sebuah teknologi pencitraan medis yang menggabungkan pemeriksaannuklir (SPECT) dengan pencitraan anatomi detail (CT Scan).
“Kombinasi ini memungkinkan visualisasi fungsi organ dan struktur tubuh secara lebih komprehensif, sehingga sangat membantu dalam mendeteksi kelainan seperti gangguan jantung, kelainan tulang, infeksi, tumor, serta evaluasi pasca terapi,” paparnya.
“Kemampuan SPECT-CT dalam memetakan aktivitas sel maupun organ secara lebih spesifik menjadikannya alat diagnostik yang esensial untuk perencanaan terapi yang tepat dan menyeluruh,” imbuh dr. Tri Pera. (opi)
Editor : Nofilawati Anisa