RADAR SURABAYA - M alias Mad pencuri motor yang dimassa warga di Jalan Sambikerep, Surabaya, mengaku baru sekali beraksi mencuri motor. Dia berdalih diajak mencuri motor oleh temannya.
"Bukan saya yang mencuri. Teman saya. Saya nungguin," ujar tersangka Mad, Rabu (3/12).
Mad mengaku, sebelumnya bekerja sebagai kuli beras. Ia di Surabaya tidak memiliki rumah. "Ada saudara saya (di Surabaya). Saya kerja kuli beras. Rencana buat makan," ucapnya.
Kapolsek Lakarsantri Kompol Sandi Putra menjelaskan, tersangka Mad berperan sebagai joki atau pengendara motor sarana. Kedua tersangka bekerjasama mencuri motor Honda Beat milik penjual es. Saat eksekutor beraksi kemudian dipergoki korban. Korban lantas berteriak maling dan membuat kedua pelaku gugup.
Satu pelaku yang panik sempat menabrak mobil elf kemudian jatuh dan dimassa. Sedangkan pelaku lainnya berhasil kabur dan meninggalkan motor Honda Beat curian.
"Satu pelaku DPO masih kami lakukan pengembangan. Untuk tersangka yang ditangkap pengakuannya sekali. Tapi masih dikembangkan," tegasnya.
Dari penangkapan tersangka polisi menyita motor Honda Beat curian, motor Honda Scoopy sarana dan kunci T yang dipakai merusak kunci setir.
Kronologi Pencuri Motor Dihajar Massa di Sambikerep Surabaya
Diberitakan sebelumnya M alias Mad,39, seorang pencuri motor babak belur dimassa di kawasan Jalan Raya Sambikerep, Lontar Sambikerep Surabaya, Selasa (2/12) sore.
Pria asal Arosbaya Karang Duwek Ombul Bangkalan Madura Bangkalan itu berhasil diamankan oleh Kapolsek Lakarsantri Kompol Sandi Putra dan anggotanya dari amukan massa yang lebih besar.
Kapolsek Lakarsantri Kompol Sandi Putra mengatakan, awalnya menerima informasi dari masyarakat adanya pelaku pencuri motor (curanmor) ditangkap massa di depan pintu masuk perumahan kawasan Jalan Sambikerep, Lontar Surabaya pukul 16.30.
Pihaknya lalu mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku dari amukan massa. Saat itu kondisi pelaku sudah babak belur dan kepala mengeluarkan darah.
"Pelaku kami amankan dari amukan massa. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit BDH untuk mendapatkan penanganan pengobatan," ungkapnya, Selasa malam (2/12). (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto