RADAR SURABAYA - Dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra Semeru di wilayah hukum Polrestabes Surabaya 100.847 pelanggar mendapat teguran lisan. Selain itu 3.799 pelanggar lalu lintas terjaring tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
"Alhamdulillah, Operasi Zebra Semeru 2025 yang digelar dua pekan berjalan aman dan lancar. Tujuan operasi tersebut untuk menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan, dan angka fatalitas serta demi meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas," ujar Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya, Selasa (2/12).
Dalam operasi yang dimulai 17-30 November 2025, Satlantas Polrestabes Surabaya melakukan berbagai tindakan dan upaya untuk menekan angka kecelakaan.
Ada tiga tindakan yang dijalankan yaitu preventif (pencegahan), preemtif (antisipasi), dan represif (tindakan tegas). Hasilnya, ada ratusan ribu pelanggar lalu lintas mendapat teguran lisan dari 320 personel yang disebar di seluruh wilayah Kota Pahlawan.
Galih menuturkan, ada 213,792 kegiatan pencegahan meliputi ramp check pengemudi truk atau bus di terminal maupun pool bus sebanyak 3.855 kegiatan. Pengecekan kelengkapan baik orang maupun kendaraan yang digunakan perusahan, sekolah maupun kampus sebanyak 4.859 kegiatan.
"Kami juga menempatkan personel pada lokasi-lokasi rawan pelanggaran lalu lintas sebanyak 4.852 kegiatan, patroli dan pengawasan pada lokasi-lokasi rawan terjadinya pelanggaran lalu lintas 7.829 kegiatan, dan melaksanakan 192.397 giat Turjawali Lantas," terangnya.
Untuk kegiatan preemtif yang telah dilakukan totalnya sebanyak 213.792 yang berupa bimbingan dan penyuluhan di komunitas motor maupun mobil ke sekolah maupun lokasi rawan laka ada 39.924 kegiatan, dan penyuluhan melalui media ada 105.549.
Kemudian ada penyuluhan menggunakan spanduk leaflet, stiker dan billboard 68.319 kegiatan, serta melaksanakan kegiatan perlindungan pejalan kaki sebanyak 416 kegiatan.
"Sementara upaya represif total ada 106.896 tindakan terhadap para pelanggar lalu lintas, baik pengendara roda dua maupun empat. Rinciannya tilang ETLE status 3.799, ETLE mobile 2.100, tilang manual 150, teguran presisi 100.847, dan penertiban balap liar 892," bebernya.
Dalam operasi ini, lanjut Galih, Satlantas Polrestabes Surabaya lebih mengedepankan pendekatan secara humanis kepada masyarakat. Para pelanggar yang terjaring razia lebih diberi pengertian atau edukasi tentang berlalu lintas yang aman dan nyaman.
"Sementara itu, ada 23 jumlah kejadian kecelakaan selama dua pekan ini dengan total 32 korban. Rinciannya korban luka ringan 32 orang, korban luka berat nol orang, dan nol orang meninggal dunia," tandasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto