RADAR SURABAYA - Di tengah gempuran teknologi, banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih mengandalkan intuisi dalam mengelola persediaan barang.
Menyikapi hal ini, Departemen Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan Andal App.
Yaitu aplikasi cerdas yang membantu UMKM mengatur stok persediaan dengan lebih efisien.
Ketua Tim Abmas, Prof. Mahendrawathi, menjelaskan, pengelolaan stok berbasis intuisi sering menimbulkan masalah klasik bagi UMKM.
"Pelaku usaha sering kehabisan stok barang yang dicari pelanggan atau justru menumpuk barang yang tidak laku, yang berisiko kedaluwarsa dan membuat modal tertahan," ujarnya, Selasa (2/12).
Ia menambahkan, masalah ini semakin krusial karena sebagian besar UMKM memiliki modal terbatas.
Penumpukan barang akibat pengelolaan persediaan yang tidak tepat membuat modal tidak berputar optimal.
"Dengan modal terbatas, mereka sering bingung menentukan prioritas barang mana yang perlu dibeli lebih dulu," jelasnya.
Andal App hadir untuk mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan metode manajemen persediaan sederhana berupa klasifikasi ABC.
Melalui metode ini, UMKM dapat mengidentifikasi barang yang memiliki kontribusi besar pada pendapatan untuk dijadikan prioritas dalam pembelian stok.
"Kita dapat membedakan, oh ini barang yang kategorinya penting dan tidak boleh kehabisan," tuturnya.
Aplikasi ini mengelompokkan barang ke dalam tiga kategori utama yakni A merupakan barang prioritas dengan nilai tertinggi, B adalah barang dengan nilai menengah, dan C barang bernilai rendah.
Berdasarkan kategori tersebut, aplikasi akan memberikan rekomendasi jadwal pemesanan agar UMKM tidak kekurangan maupun kelebihan persediaan.
Mahe, sapaan akrabnya, mengakui bahwa tantangan terbesar dalam penerapan aplikasi ini adalah mengubah kebiasaan pemilik UMKM untuk rajin mencatat data.
Untuk itu, aplikasi ini dirancang fleksibel dalam pencatatan data persediaan barang.
"Kami sadar pemilik warung sibuk, jadi tidak harus setiap transaksi dimasukkan, bisa dirangkum dan dicatat sekali saja di akhir hari," ungkapnya.
Ke depannya, inovasi ini akan terus dikembangkan dan diupayakan menjadi aplikasi Android bernama SiStock yang tersedia di Playstore.
Saat ini, pengembangan aplikasi tersebut tengah memasuki tahap uji coba oleh 14 pemilik UMKM untuk memberikan masukan terhadap fitur dan tampilan antarmuka.
"Dengan aplikasi ini diharapkan pemilik warung bisa menyediakan barang dengan tepat dari segi jenis, jumlah, dan waktu, sehingga menciptakan nilai tambah baru," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa