RADAR SURABAYA - Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, angkat bicara terkait temuan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat inspeksi mendadak (sidak) di proyek rumah pompa dan perbaikan saluran di kawasan Jalan Raya Prapen. Dalam sidak itu, wali kota mendapati jumlah pekerja di lapangan tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat (RKS), sehingga progres pekerjaan melambat dan terancam molor dari target.
Menanggapi temuan tersebut, Eri Irawan menegaskan bahwa apa yang dilakukan Wali Kota Eri adalah langkah tepat dan perlu mendapat dukungan penuh. Sebab, hal itu menurutnya menunjukkan bahwa pengawasan pembangunan tidak hanya dilakukan dari atas meja, melainkan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
“Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Wali Kota dalam sidak. Temuan bahwa jumlah pekerja tidak sesuai RKS itu harus ditindaklanjuti tegas oleh dinas kepada pelaksana proyek,” ujar Eri Irawan.
Ketua Komisi C itu menyebut bahwa temuan tersebut merupakan alarm serius bagi Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Menurutnya, visi Wali Kota dalam memperkuat pengendalian banjir sudah on the track dan sudah menunjukkan hasil. Namun, keberhasilan itu akan terhambat jika dinas tidak mampu menerjemahkan visi tersebut secara tepat dalam pengawasan proyek.
“Peningkatan kapasitas rumah pompa maupun pembangunan rumah pompa ini berangkat dari kebutuhan faktual. Visi wali kota sudah jelas dan berjalan di jalur yang benar. Tapi itu harus diiringi kemampuan dinas menerjemahkannya,” tegasnya.
Ia menilai sidak tersebut bukan sekadar pengecekan teknis, tetapi juga bentuk teguran keras agar dinas tidak lengah dalam memastikan kontraktor memenuhi seluruh ketentuan. Mulai dari jumlah pekerja, jadwal kerja, hingga kecepatan penyelesaian.
Komisi C mendesak agar dinas tidak ragu memberikan tindakan apabila kontraktor terbukti mengabaikan persyaratan yang disepakati dalam kontrak.
Menurut Eri, ketidaksesuaian jumlah pekerja berpotensi menimbulkan keterlambatan signifikan, padahal sejumlah rumah pompa tengah dikebut untuk menghadapi puncak musim hujan.
“Proyek pengendalian banjir itu krusial, tidak bisa main-main,” kata legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu.
Eri Irawan menegaskan bahwa Komisi C DPRD akan mengawal proyek-proyek tersebut secara ketat. Ia menegaskan bahwa Surabaya tidak boleh kembali mengalami persoalan genangan akibat lemahnya pengawasan dan ketidakdisiplinan kontraktor.
“Kami memaknai sidak ini sebagai pesan jelas: proyek harus sesuai target dan rencana. Dinas harus lebih proper dalam mengawasi dan memastikan setiap detail pekerjaan berjalan sesuai rencana yang ditetapkan,” pungkasnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek