“Setiap semester, kamar dirolling dan diisi oleh mahasiswa dari PTN berbeda dan asal daerah yang berbeda pula, agar mereka bisa membaur satu sama lain.”
Dhian Satria Yudha Kartika
Direktur Eksekutif AMN Surabaya
RADAR SURABAYA - Di tengah keberagaman suku dan budaya, penghuni dan purnahuni Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya terus memperkuat persatuan, kolaborasi, dalam pengembangan diri.
Mereka menggelar fun walk yang menjadi momentum untuk mempererat relasi antar penghuni dan purna huni serta menanamkan gaya hidup aktif dan sehat.
Direktur Eksekutif AMN Surabaya, Dhian Satria Yudha Kartika, menyampaikan, kegiatan fun walk bertujuan lebih dari sekadar jalan sehat.
Ia menegaskan kegiatan ini merupakan langkah untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan interaksi antar penghuni dan purna huni, serta menciptakan suasana kebersamaan yang harmonis.
“Melalui kegiatan olahraga, kami berharap mahasiswa dapat mengasah kemampuan, menjunjung sportivitas, dan menjaga hubungan baik antar sesama,” ujarnya, Minggu (30/11).
Selain kegiatan dan akademik, AMN Surabaya juga memberikan perhatian serius terhadap isu bullying atau perundungan.
Dhian menjelaskan, di awal masa tinggal di asrama, peserta mendapatkan materi dari satgas kekerasan seksual dan perundungan selama satu bulan sebagai bentuk pembekalan.
"Jadi itu kita bekali mereka kalau ada apa-apa bisa melaporkan. Salah satu pencegahan lewat situ. Ketika seleksi, kita tekankan adanya toleransi, bisa bekerja sama dengan tim berbeda budaya dan suku. Kalau mereka berkomitmen, insyaallah suasana di AMN akan tetap kondusif," tambahnya.
Untuk memastikan terciptanya suasana yang harmonis, AMN Surabaya menerapkan sistem rotasi kamar setiap semester.
“Setiap semester, kamar dirolling dan diisi oleh mahasiswa dari PTN berbeda dan asal daerah yang berbeda pula, agar mereka bisa membaur satu sama lain,” jelas Dhian.
Rektor UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Akhmad Fauzi, turut menyampaikan harapannya agar momentum usia ke-3 AMN dapat menjadi tonggak untuk terus maju, berkiprah, dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
“Semoga adik-adik ini di tempat ini dapat terus menjadi lingkungan pembinaan yang inklusif, inspiratif, serta mampu mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bakespangpol Provinsi Jawa Timur, Eddy Supriyanto, menekankan pentingnya menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa.
“Tunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mampu berpikir cerdas, bersikap santun, dan tetap menjaga jati diri bangsa Indonesia,” ujarnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa