RADAR SURABAYA - Polisi memeriksa 7 saksi terkait kasus meninggalnya MRY, 24, alias Reza yang diduga menjadi korban penganiayaan di diskotik Jalan Simpang Dukuh, Genteng Surabaya. Selain itu polisi juga masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.
"Saksi diperiksa tujuh orang. Dari teman korban dan pihak Ibiza," ujar Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya, Jumat (28/11).
Vian menambahkan, dari keterangan saksi tidak tahu ada masalah apa. Pihaknya menyebut masih terus mendalami kasus dugaan penganiayaan ini. "Dia datang ke situ bersama tujuh temannya," ucapnya.
Ia menuturkan dari kasat mata untuk luka korban seperti benda tajam. Namun pihaknya masih menunggu hasil otopsi keluar.
Sementara Humas Ibiza, Wahyu, menyampaikan bahwa insiden tersebut berawal dari dalam area klub. Dia menegaskan bahwa keributan bukanlah antar pengunjung yang tidak saling kenal, melainkan terjadi di antara rekan-rekan korban sendiri.
“Awal kejadian memang di area Ibiza. Keributannya bukan antar pengunjung, tetapi sesama teman satu meja,” ucapnya.
Menurut dia, rekaman CCTV yang diperiksa pihak manajemen menunjukkan kelompok tersebut awalnya tampak bercanda. Namun suasana berubah menjadi cekcok kecil, yang diduga berawal dari salah paham.
“Terlihat mereka bercanda, lalu ada miskomunikasi. Dari situ mereka saling dorong dan salah satu terjatuh. Diduga kepalanya terbentur meja atau pembatas sofa,” ungkapnya.
Wahyu menambahkan bahwa setelah kejadian itu, karyawan Ibiza bersama rekan-rekan korban berusaha memberikan pertolongan pertama. Mereka juga mencari bantuan medis di luar lokasi.
“Rekan-rekan korban dan pihak kami berupaya mencari pertolongan. Teman-teman sampai ke PMI dan ke Siola, tapi saat itu tidak ada ambulans yang siaga,” ujarnya.
Korban kemudian dinyatakan meninggal sekitar pukul 03.30. Saat polisi dari Polsek Genteng, Polrestabes Surabaya, dan tim Inafis melakukan identifikasi, tidak ditemukan identitas pada tubuh korban. Setelah pemeriksaan lanjutan, barulah diketahui bahwa MRY berasal dari Sidoarjo.
Manajemen Ibiza menegaskan bahwa mereka telah menjalankan prosedur keselamatan sesuai SOP yang berlaku ketika insiden terjadi. Mereka juga menyatakan siap bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
“Kami sudah melakukan penanganan pertama dan mengikuti SOP dalam situasi tak terduga seperti ini,” tukasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto