RADAR SURABAYA — Festival Sinema Prancis 2025 resmi digelar di Surabaya sebagai bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Prancis–Indonesia.
Ajang film tahunan yang memasuki edisi ke-27 ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Prancis dan Institut français d’Indonésie (IFI), serta berlangsung serentak di 14 kota.
Menurut Penanggung Jawab Kebudayaan dan Komunikasi IFI Surabaya, Pramenda Krishna, sebanyak 16 film Prancis dari berbagai genre akan diputar gratis di Auditorium IFI Surabaya, Kompleks AJBS, kecuali pada hari Minggu.
“Di Surabaya, semua pemutaran film terbuka untuk umum dan gratis. Kami menghadirkan 16 film Prancis pilihan,” ujarnya, Selasa (25/11).
Selain film-film utama, FSP Surabaya juga memberikan ruang bagi talenta lokal. IFI menayangkan film pendek Indonesia “Asmarandana” dan menghadirkan diskusi bersama sutradara Eka Wahyu Primadani pada Jumat (28/11).
Pemutaran film Rosalie juga akan disertai diskusi bersama pengkaji film Universitas Airlangga, Dimas Ramadhiansyah.
Kerja sama dengan EU Center Universitas Airlangga turut menghadirkan pemutaran film Le Panache di ASEEC Tower Kampus B pada Kamis (27/11) pukul 16.00, dilanjutkan sesi diskusi.
FSP tahun ini juga menampilkan film pendek karya mahasiswa dari berbagai kampus media kreatif di Indonesia, yang ditayangkan sebelum film pembuka dan penutup festival.
Perayaan 75 tahun hubungan diplomatik menjadi momentum penting bagi Prancis dan Indonesia untuk memperkuat kolaborasi budaya.
Hal ini selaras dengan Deklarasi Borobudur yang disahkan saat kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei lalu, serta Dialog Strategis Budaya yang berlangsung di Paris pada 15 Juli.
Sektor audiovisual menjadi fokus kerja sama kedua negara, mencerminkan komitmen dalam pengembangan industri kreatif dan pertukaran seni. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan