Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya Buka Ruang Negosiasi Terkait Keberatan Jagal yang Tolak Pindah dari RPH Pegirian ke TOW

Dimas Mahendra • Minggu, 23 November 2025 | 20:34 WIB
KOMUNIKASI: Dirut Perseroda RPH Surabaya Fajar Arifianto akan mengakomodir keberatan jagal yang menolak pindah dari RPH Pegirian ke TOW. (DIMAS MAHENDRA/RADAR SURABAYA)
KOMUNIKASI: Dirut Perseroda RPH Surabaya Fajar Arifianto akan mengakomodir keberatan jagal yang menolak pindah dari RPH Pegirian ke TOW. (DIMAS MAHENDRA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Di tengah polemik rencana relokasi jagal dari RPH Pegirian ke RPH Tambak Oso Wilangon (TOW), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan tidak akan mengambil langkah sepihak. Dirut Perseroda RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, memastikan seluruh keberatan para mitra jagal akan diakomodasi sebelum keputusan final ditetapkan.

“Prinsipnya kan RPH berusaha semaksimal mungkin untuk berusaha mengakomodir kepentingan mitra jagal RPH Pegirian,” ujar Fajar.

Fajar mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Komisi B DPRD Surabaya, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya, DKPP, serta perwakilan jagal Pegirian. Pertemuan itu menyusun rancangan tahapan pemanfaatan jangka panjang RPH TOW jika relokasi tetap dilakukan.

“Tahapannya sekarang Pemerintah Kota Surabaya bersama RPH, juga melibatkan Komisi B, perwakilan mitra jagal Pegirian, bagian perekonomian dan sumber daya, dan DKPP sedang menyusun skema pemanfaatan TOW dengan baik dengan merinci apa saja kebutuhannya,” jelas Fajar.

Namun ia menegaskan bahwa proses ini masih berjalan dan belum ada keputusan final. Semua pihak sepakat untuk melakukan pertemuan lanjutan setelah melihat kondisi riil di lapangan.

“Kita sepakati ada pertemuan lanjutan. Sambil kami juga diminta untuk menjelaskan kondisi terkini di TOW seperti apa, kelengkapan, sarana-prasarana pemotongan, dan kira-kira hambatnya apa lagi,” terangnya.

Sebagaimana yang diketahui, salah satu keberatan terbesar para jagal adalah jarak dari RPH TOW ke Jalan Arimbi, lokasi yang selama ini menjadi pusat distribusi daging. Waktu tempuh dianggap terlalu lama dan dikhawatirkan memengaruhi kualitas pasokan daging ke pasar.

“Sekarang yang sedang dipecahkan masalah jarak, bagaimana hasil pemotongan di TOW pendistribusian ke pasar Arimbi sebagai titik kumpul daging seperti apa?” beber Fajar.

Fajar memastikan bahwa Pemkot Surabaya dan RPH tidak menutup ruang komunikasi. Solusi bersama menjadi prioritas agar relokasi—jika jadi dilakukan—tidak merugikan para jagal.

“Ini yang perlu solusi lebih lanjut. Prinsipnya kami sedang berusaha mencari solusi terbaik,” tegasnya.

Langkah dialogis ini menjadi angin segar bagi para mitra jagal yang sebelumnya menyatakan keberatan. Pemkot menargetkan keputusan final akan diambil setelah evaluasi lapangan di RPH TOW selesai dilakukan. (dim/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
#berita pemerintahan #pemindahan #masalah #proyek #negoisasi #Permintaan #tambak #jagal #kapan #terbaru #berita surabaya #berita surabaya hari ini #pindah #polemik #RPH Surabaya #TOW #pemkot surabaya #pegirian #tambak osowilangon #buka #akomodasi #rumah pemotongan hewan #oso #kebijakan #rph