RADAR SURABAYA - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan, Tim Ceri (Cerdas Literasi) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggandeng SMAN 22 Surabaya menggelar kampanye edukatif bertajuk “AI Boleh Dipakai, Tapi Otak Jangan Diparkir Santai".
Kampanye ini hadir untuk mengedukasi pelajar agar mampu memanfaatkan AI secara bijak tanpa mengabaikan kemampuan berpikir kritis yang menjadi keterampilan kunci abad ke-21.
Ketua Tim Ceri, Mahla Zayani, mengatakan, inisiatif tersebut diangkat sebagai respons atas meningkatnya ketergantungan siswa pada jawaban instan dari AI.
Banyak pelajar yang memanfaatkan teknologi ini untuk menyelesaikan tugas tanpa memahami proses berpikir yang sebenarnya.
Mahla bersama Tim Ceri turut menyoroti fenomena ini, dengan mengatakan semakin banyak siswa yang langsung percaya pada jawaban AI tanpa mengecek kembali kebenarannya.
“Padahal, kemampuan berpikir kritis justru terasah ketika mereka berani mempertanyakan, memverifikasi, dan menganalisis informasi itu," ujarnya, Kamis (20/11).
Mahla juga menekankan kembali pentingnya membangun budaya literasi AI sejak dini.
Menurutnya AI boleh digunakan agar kita bisa adaptif dengan perkembangan teknologi.
Namun, jangan sampai kita ketergantungan dengan AI sehingga menjadi generasi yang malas berpikir (lazy thinker).
"Oleh karena itu, kita tetap harus mengkritisi hasil jawaban AI dan memastikan sumber yang tercantum itu kredibel,” tegas Mahla.
Poster kampanye yang disebarkan Tim Ceri dirancang informatif dan mudah dipahami, sehingga membantu siswa memahami pentingnya tetap terlibat dalam proses belajar.
Penggunaan AI yang bijak mencakup pemeriksaan ulang informasi, pemahaman materi, serta kemampuan menggunakan teknologi sebagai pendamping, bukan sebagai jalan pintas yang melemahkan daya pikir.
Respons positif datang dari para siswa. Salah seorang peserta, Sebhumi Matahari dari kelas X, mengungkapkan bahwa poster tersebut sangat mudah dipahami dan ilustrasinya menggambarkan kondisi nyata di lapangan.
“Setelah melihat poster ini, kami jadi lebih paham dan akan lebih bijak serta bertanggung jawab dalam menggunakan AI,” ujar Sebhumi.
Melalui kampanye ini, Tim Ceri berharap generasi pelajar dan mahasiswa mampu membangun budaya literasi AI yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab.
"Literasi AI yang kuat diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas memanfaatkan teknologi, tetapi juga tetap menjaga kualitas proses belajar dan kemampuan berpikirnya," tutup Mahla. (sur/opi)
Editor : Nofilawati Anisa