RADAR SURABAYA - Awas jangan mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal dan menawarkan pekerjaan di media sosial (medsos). Bisa jadi itu modus pelaku kejahatan. Pramono, 50, warga Manyar Sambongan, Surabaya, menjadi korban penipuan. Ia mengalami kerugian Rp 25 juta setelah ditipu perempuan yang dikenal lewat medsos.
Kronologi dan Modus Penipuan Klik Link lewat Medsos
Pramono mengatakan, kejadian bermula saat dirinya kenal dengan perempuan di tiktok sebulan lalu. Perempuan tersebut berinisial TN. "Katanya dia tinggal di Singapura," ucapnya, Kamis (20/11).
Setelah kenal di medsos, korban dan pelaku berkomunikasi melalui intens melalui WhatsApp (WA). Pelaku menawari pekerjaan sampingan kepada korban dengan iming-iming gaji Rp 5 juta per bulan jika target terpenuhi.
"Tertarik karena tugasnya mudah, hanya mengklik link pembeli yang diberikan oleh TN dan saya dijanjikan bayaran besar," terangnya.
Korban kemudian menjalankan pekerjaan tersebut dan menerima setiap link dari TN. Setelah menyelesaikan tugas TN, korban melihat saldo di akunnya mencapai Rp 52 juta. Namun, ketika hendak menarik uang tersebut, dia mengalami kendala. Korban lalu menghubungi TN untuk menanyakan persoalan tersebut.
Kepada korban TN bilang bahwa agar kredit bisa ditarik, korban harus menyetor sejumlah modal terlebih dahulu. Korban tanpa rasa curiga awalnya menuruti perintah TN. Dia melakukan transfer secara bertahap melalui aplikasi OVO dan salah satu rekening bank dengan total hingga Rp 25 juta.
"Tapi setelah saya transfer, uang yang saya terima hanya Rp 290 ribu saja melalui aplikasi OVO, sedangkan modal dan keuntungan saya tidak bisa ditarik," bebernya.
Merasa ada yang janggal, korban mendatangi kantor salah satu bank di kawasan Gubeng untuk mengonfirmasi kejadian yang dialaminya. Pihak keamanan bank menuturkan bahwa korban telah menjadi korban penipuan.
Merasa ditipu, korban lalu menghubungi nomor telepon TN. Namun ternyata nomor TN sudah tidak bisa dihubungi. "Akhirnya saya disarankan untuk melaporkan kejadian ke Polsek Gubeng," tukasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto