Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kasus Bullying Melonjak, Pemkot Surabaya Bentuk DASH

Dimas Mahendra • Jumat, 21 November 2025 | 01:17 WIB
PERCEPATAN: Penasihat DWP Kota Surabaya, Rini Indriyani, membentuk DASH sebagai langkah Pemkot Surabaya mengantisipasi kasus bullying di sekolah.(IST/RADAR SURABAYA)
PERCEPATAN: Penasihat DWP Kota Surabaya, Rini Indriyani, membentuk DASH sebagai langkah Pemkot Surabaya mengantisipasi kasus bullying di sekolah.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Meningkatnya kasus perundungan atau bullying di era digital, terutama melalui media sosial dan aplikasi pesan instan, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat langkah pencegahan di sekolah-sekolah. Melalui program Dinamika Arek Suroboyo Hebat (DASH) 2025, Pemkot menggencarkan sosialisasi besar-besaran untuk membangun ekosistem sekolah yang aman dan toleran, dengan pendekatan psikologi dan hukum yang menyasar langsung para remaja.

Upaya terbaru dilakukan di SMP dan SMA Dharma Wanita Persatuan (Dhani) Surabaya, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini menjadi alarm penting, mengingat bentuk perundungan kini semakin beragam, mulai dari verbal, fisik, hingga cyberbullying yang dampaknya jauh lebih luas.

Penasihat DWP Kota Surabaya, Rini Indriyani, menegaskan bahwa remaja kini menghadapi tantangan yang kompleks. “Masa remaja adalah fase penuh dinamika, di mana anak-anak aktif mencari jati diri dan rentan terhadap berbagai godaan, mulai dari bullying, pergaulan tidak sehat, hingga paparan konten negatif di internet,” ujarnya.

Melalui DASH, Pemkot menghadirkan edukasi langsung ke sekolah—mulai SD hingga pondok pesantren—meliputi penggunaan internet sehat, penguatan konsep diri, bahaya zat adiktif, dan teknik menghadapi persoalan remaja modern.

Rini mengapresiasi pemahaman siswa Dhani mengenai kesetaraan gender serta kategori cyber dan verbal bullying. “Dampak perundungan sangat serius. Berawal dari korban bisa berubah menjadi pelaku, dan jika tidak ditangani dengan benar, bisa berujung pada tindakan kriminal,” tegasnya.

Salah satu kisah inspiratif yang disoroti adalah seorang siswa yang sempat menolak sekolah akibat perundungan verbal dan fisik, namun berhasil bangkit melalui dukungan guru dan orang tua. “Kisah ini menjadi pengingat bahwa kehadiran orang tua dan guru sebagai tempat curhat yang asik dan nyaman adalah kunci,” lanjut Rini.

Ketua Yayasan SMP–SMA Dhani, Dameria Triana Ambuwaru, menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dispendik serta DP3APPKB untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dan pembelajaran agama. Ia juga menyoroti minimnya pendampingan anak di rumah akibat kesibukan orang tua, sehingga sekolah menggelar Kelas Parenting pada 2 Desember 2025.

“Kami ingin orang tua dan guru menjadi teman curhat asik, yang nyaman dan terbuka, sehingga dampak bullying bisa diminimalisir,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah, Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, menekankan pentingnya menciptakan sekolah yang “mengasyikkan” sebagai benteng utama. Guru BK dan guru kelas akan diperkuat sebagai garda depan agar lebih peka terhadap perubahan perilaku siswa.

“Kami memaksimalkan fungsi TPPK di sekolah. Guru harus dibekali pendampingan intensif agar mampu mengenali gejala anak-anak yang murung atau cemberut, sehingga masalah dapat segera dideteksi dan dinetralisir,” jelas Yusuf.

Ia menyebut pemicu bullying saat ini banyak bersumber dari konten digital yang ditiru tanpa disaring. Karena itu, pencegahan difokuskan pada penguatan toleransi dan konselor sebaya.

“Bullying pada dasarnya berakar dari kurangnya toleransi. Jika guru tidak sigap dan kasus tidak segera diselesaikan, perundungan akan berlanjut. Kuncinya deteksi cepat dan netralisasi dini,” pungkasnya. (dim/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
#Bentuk #dini #Kota Surabaya #dash #anak #di surabaya #sekolah #berita surabaya hari ini #siswa #dharma wanita persatuan (dwp) #Berita Pendidikan Terbaru #antisipasi #guru #kelas #Berita Pendidikan #pencegahan #pemkot surabaya #bullying #Berita Pendidikan Hari Ini #wali #Perundungan