RADAR SURABAYA - Layanan jasa cuci sepatu kini semakin diminati warga Surabaya, terutama saat musim hujan tiba.
Salah satu yang kerap menjadi rujukan pelanggan adalah Cleanwear, layanan cuci sepatu yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Surabaya.
Usaha ini dikelola oleh Vindi Sugestian, yang memulai bisnisnya sejak 2018.
Vindi bercerita, awalnya ia tidak memiliki latar belakang di bidang perawatan sepatu.
Sebelumnya ia berkecimpung di dunia food and beverage (F&B), namun usahanya harus tutup karena kalah bersaing dengan merek besar.
“Saya lalu beralih membuka tempat drop off cuci sepatu. Tapi usaha itu juga tidak berjalan. Akhirnya saya memutuskan untuk membuka usaha cuci sepatu sendiri,” ujarnya, Rabu (19/11).
Saat pertama kali membuka layanan, Vindi masih berstatus mahasiswa.
Pelanggan awalnya pun hanya teman-teman kampus. Seiring meningkatnya permintaan, ia mulai berinovasi dengan menambah layanan repaint dan cuci tas. Saat itu, ia mengelola usaha bersama suaminya.
Tak disangka, masa pandemi justru menjadi titik kenaikan pelanggan. Banyak tenaga kesehatan menggunakan layanan Cleanwear karena merasa perlu mencuci sepatu secara rutin demi alasan kebersihan.
“Ketika usaha lain menurun, kami malah stabil,” tambahnya.
Kini Cleanwear telah memiliki tujuh cabang yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Jember, Jakarta, Bali, dan Solo.
Selain layanan deep clean, mereka juga menerima reparasi sepatu seperti reglue, repaint, hingga pergantian bahan untuk sepatu dan tas.
Menurut Vindi, proses pengerjaan mengikuti jenis material sepatu. Ada yang menggunakan metode dry clean hingga full wash. Meski begitu, deep clean masih menjadi layanan paling diminati.
“Yang paling ekstrem, ada sepatu yang tercebur selokan bahkan bekas banjir,” ujarnya sambil tersenyum.
Dalam satu hari, satu outlet Cleanwear di Surabaya bisa menerima 70 hingga 120 pelanggan.
Jumlah ini bisa melonjak ketika musim hujan atau saat banyak konser outdoor digelar.
Durasi pengerjaan bervariasi, mulai dari satu hari hingga enam hari jika membutuhkan pengeringan lebih lama.
Untuk menjamin kualitas, Cleanwear menggunakan sabun khusus buatan sendiri.
Namun, tantangan terbesar biasanya berasal dari salah penanganan sepatu oleh pemilik sebelumnya, seperti noda kuning atau flek akibat proses pencucian yang tidak tepat.
Vindi mengaku beberapa pelanggan bahkan tidak mengambil sepatunya meski sudah diberi tenggat waktu tiga bulan.
Ada juga yang sampai bertahun-tahun belum diambil, namun barang tetap mereka simpan.
“Kadang ada sepatu yang hilang saat layanan antar-jemput, jatuh di jalan misalnya. Itu kami ganti,” jelasnya.
Harga layanan cuci sepatu di Cleanwear mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu.
Cleanwear juga memberikan garansi, menerima komplain dalam 1x24 jam, dan memastikan proses pengerjaan dilakukan dengan standar yang terjaga.
Di outlet Panglima Sudirman saja, Cleanwear mempekerjakan 14 karyawan. Secara total, tujuh outletnya kini memiliki 32 karyawan.
Layanan pemesanan juga tersedia secara online melalui WhatsApp, TikTok, dan Instagram. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa