Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gedung Singa di Kota Lama Surabaya Hidup Lagi, Warga Bisa Masuk untuk Eksplorasi dan Ngonten

Lambertus Hurek • Selasa, 18 November 2025 | 16:04 WIB
Gedung Singa di kawasan Kota Lama Surabaya. (Maureen Nuradhi)
Gedung Singa di kawasan Kota Lama Surabaya. (Maureen Nuradhi)

RADAR SURABAYA – Gedung Singa di kawasan Kota Lama Surabaya akhirnya tidak lagi mangkrak. Setelah puluhan tahun hanya bisa dilihat dari luar, bangunan cagar budaya itu bakal dibuka untuk publik melalui agenda Resonance of Light pada 20–28 November 2025.

Selama ini banyak wisatawan penasaran dengan bagian dalam gedung berarsitektur kolonial tersebut. Namun, akses selalu tertutup karena bangunannya lama tidak difungsikan. Event ini menjadi kesempatan pertama bagi warga untuk melihat interior gedung yang selama puluhan tahun tertutup rapat.

Maya Sari, anggota komunitas penggemar bangunan cagar budaya di Surabaya, mengatakan, pembukaan Gedung Singa untuk publik sudah lama ditunggu para pecinta heritage.

“Selama ini orang hanya bisa foto dari luar karena pintunya selalu terkunci. Banyak yang ingin tahu bagaimana kondisi dalamnya. Sekarang akhirnya bisa masuk dan menikmati suasana aslinya,” ujar dia.

Maureen Nuradhi, dosen Universitas Ciputra Surabaya, menjelaskan konteks sejarah bangunan itu. Menurut dia, Gedung Singa merupakan kantor pusat Algemeene Maatschappij van Levensverzekering en Lijfrente, perusahaan asuransi jiwa besar dari Belanda.

“Dibangun pada 1901 dan dirancang arsitek HP Berlage, salah satu bapak arsitektur modern dalam sejarah arsitektur barat,” katanya. Arsitekturnya bergaya Art Nouveau, melepaskan diri dari pengaruh Klasik dengan menonjolkan kejujuran struktur sebagai ornamen dan memadukannya dengan motif yang terinspirasi budaya lokal.

Kini Gedung Singa disulap menjadi ruang penuh cahaya dan instalasi visual imersif. Panitia menyiapkan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin menikmati kombinasi sejarah dan teknologi. Selain itu, ada property asset showcase, kuliner UMKM, dan berbagai aktivitas kreatif yang menyasar anak muda. Konsep tersebut dinilai cocok untuk hunting konten, nongkrong, atau healing tipis-tipis.

Pemkot Surabaya mendukung pemanfaatan gedung bersejarah itu untuk menghidupkan kembali kawasan Kota Lama. Pemerintah berharap kegiatan semacam ini mendorong bangunan cagar budaya lain kembali aktif, tidak hanya menjadi latar foto wisatawan. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#cagar budaya bank mandiri #gedung singa #kota lama surabaya #bangunan cagar budaya di surabaya