Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Transformasi Pendidikan Tinggi, KPPTI 2025 di Surabaya Dorong Kolaborasi untuk Indonesia Emas

Rahmat Sudrajat • Senin, 17 November 2025 | 22:39 WIB

 

KOORDINASI: Ki-Ka: Rektor Unesa Prof. Nurhasan, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Prof. Khairul Munadi, dan Sekretaris KPPTI Martadi saat konferensi pers jelang KPPTI.
KOORDINASI: Ki-Ka: Rektor Unesa Prof. Nurhasan, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Prof. Khairul Munadi, dan Sekretaris KPPTI Martadi saat konferensi pers jelang KPPTI.

RADAR SURABAYA - Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 akan digelar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) 19–21 November 2025.

Ajang akbar bertema Kampus Berdampak: Konsolidasi dan Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045 ini akan dihadiri oleh 1.000 delegasi dari berbagai perguruan tinggi negeri, swasta, kedinasan, hingga perwakilan dari luar negeri.

KPPTI 2025 bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat transformasi pendidikan tinggi agar lebih berdampak bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Khairul Munadi, menyampaikan harapannya agar kampus-kampus di Indonesia dapat menyelaraskan visi dan kebijakan.

"Kita ingin dorong kampus di Indonesia menyelaraskan visi dan kebijakan, visi bersama pembelajaran bersama, dan ini selaras paradikma Dikti saintek berdampak," ujarnya di Surabaya, Senin (17/11).

Prof. Khairul menambahkan, KPPTI 2025 mendorong perubahan paradigma dari kompetisi menjadi kolaborasi.

"Perubahan paradigma yang sebelumnya bernuansa kompetisi rangking, namun kita ingin dorong aspek lebih bernuansa kolaboratif," harapnya.

Hal ini menurutnya diperlukan agar membangun gerak bersama agar tidak dilihat dan berbasis rangking dan kompetitif walaupun itu berdampak baik.

"Kita ingin dorong kampus berinteraksi kolaborasi dan bersaing global. Perguruan tinggi keunggulannya SDM. Membangun Indonesia kedepan perlu melibatkan Perguruan Tinggi," jelas Prof. Khairul.

Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang juga ketua KPPTI, Prof. Nurhasan, berharap perguruan tinggi tidak hanya menjadi menara gading, tetapi juga menjadi menara air yang memberikan kehidupan dan penghidupan.

"Harapannya PT bukan tidak sekedar gading tapi menara air yang bisa menjadi kehidupan dan penghidupan ruang kolaboratif kerjasama untuk membangun ekosistem bersama bisa diwujudkan," ujar Prof. Nurhasan.

Ia juga menjelaskan, konferensi ini pertama kali digelar di Surabaya pada bulan November yang penuh makna sebagai bulan pahlawan.

"Harapannya muncul rekomendasi yang hebat dan nendang untuk kepentingan bangsa, untuk Indonesia yang menghasilkan sesuatu yang adaptif dengan menyiapkan SDM unggul. Bersama 18 PTN/PTS," katanya.

Beberapa tema akan didiskusikan, meliputi tata kelola, penyiapan SDM unggul, penganggaran, dan sebagainya.

KPPTI 2025 akan menghadirkan 55 narasumber dari dalam dan luar negeri.

Prof. Nurhasan juga menyoroti pentingnya peran kampus dalam mengatasi pengangguran.

Dengan hadirnya kampus berdampak, kampus sudah menyiapkan untuk magang dengan industri.

"Semua prodi juga harus membedah kurikulumnya. Kurikulum tidak boleh dikerjakan sendiri, harus mengundang industri," pungkasnya. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Transformasi 'Bisnis Lendir' di era Digital #surabaya #pendidikan tinggi #kolaborasi #UNESA #KPPTI #Radar Surabaya #Kemdiktisainstek