Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Banjir Surabaya Mengancam, Pakar Ingatkan Pentingnya Perbaikan Drainase dan Tata Ruang Kota

Rahmat Sudrajat • Senin, 17 November 2025 | 00:16 WIB
Infrastruktur drainase Surabaya perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi banjir saat hujan lebat.
Infrastruktur drainase Surabaya perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi banjir saat hujan lebat.

RADAR SURABAYA – Banjir di Surabaya kembali menjadi sorotan menjelang puncak musim hujan.

Pakar teknik lingkungan, Dio Alif Hutama, mengingatkan bahwa risiko banjir di Kota Pahlawan akan meningkat pada Januari–Februari 2026 jika infrastruktur drainase dan tata ruang kota tidak segera dibenahi.

Menurut Dio, genangan yang muncul di sejumlah wilayah Surabaya menunjukkan kapasitas drainase belum mampu mengimbangi curah hujan ekstrem. Banyaknya permukaan tanah yang tertutup beton juga membuat air sulit meresap.

“Permukaan yang tertutup beton dan sedimentasi di saluran air membuat kapasitas drainase menurun. Ini menjadi penyebab utama banjir saat hujan intensitas tinggi,” ujarnya, Minggu (16/11).

Ia menjelaskan, banjir di Surabaya dipicu kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia, mulai curah hujan yang melebihi kapasitas saluran, tumpukan sampah di drainase, hingga alih fungsi lahan resapan.

Dio menilai Pemerintah Kota Surabaya perlu memastikan seluruh fasilitas pengendalian banjir berfungsi maksimal sebelum musim hujan tiba.

“Normalisasi saluran, pengecekan pompa air, pintu air, dan percepatan proyek drainase wajib dilakukan,” katanya.

Selain itu, tata ruang kota juga harus ditegakkan secara konsisten. Ia menekankan pentingnya mempertahankan ruang terbuka hijau, lahan basah, serta mengoptimalkan bozem atau kolam retensi di titik rawan.

“Penegakan tata ruang harus diiringi edukasi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air,” tambahnya.

Dio menegaskan bahwa penanganan banjir membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Dengan sinergi yang baik, Surabaya dapat memiliki tata kota yang lebih aman dan nyaman,” ujarnya.

Saat ini Pemkot Surabaya mengoperasikan 76 rumah pompa, dan akan menambah lima unit lagi hingga akhir 2025 sehingga total mencapai 81 rumah pompa. Setiap rumah pompa dijaga 4–8 petugas sesuai kapasitas dan karakteristik alat. (rmt)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Dio Alif Hutama #drainase #infrastruktur #pemerintah kota surabaya #banjir surabaya