Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Beauty and The Beast Sampaikan Pesan Indahnya Perbedaan lewat Pertunjukan di Ciputra Hall Surabaya

Andy Satria • Senin, 17 November 2025 | 00:04 WIB
BEAUTY AND THE BEAST: Sejumlah siswa dari Belle Ballet School dalam pertunjukan tari dengan judul Beauty and The Beast, dalam Charity Annual Performance yang digelar di Ciputra Hall, Surabaya
BEAUTY AND THE BEAST: Sejumlah siswa dari Belle Ballet School dalam pertunjukan tari dengan judul Beauty and The Beast, dalam Charity Annual Performance yang digelar di Ciputra Hall, Surabaya

RADAR SURABAYA - Sebuah pertunjukan balet penuh warna dan pesan cinta digelar Belle Ballet School di Ciputra Hall Surabaya, Minggu (16/11).

Pementasan bertajuk “Beauty and The Beast” ini menjadi bagian dari Charity Annual Performance yang rutin diselenggarakan setiap tahun.

Pertunjukan berdurasi 90 menit ini terbagi dalam empat adegan, melibatkan 150 penari balet dari berbagai level usia.

Tidak hanya itu, sebanyak empat penari tamu turut hadir untuk berkolaborasi dalam beberapa bagian tarian, mulai dari balet klasik, modern dance, hingga tarian kreasi.

Principal Belle Ballet School Surabaya, Aprilia Ekasari, menjelaskan, pementasan kali ini tidak hanya menghibur, namun juga membawa misi sosial.

“Hasil penjualan tiket akan disumbangkan ke Yayasan Perkasih Bhakti Luhur Surabaya, yang menampung anak-anak penyandang disabilitas. Ini merupakan komitmen kami untuk berbagi melalui seni,” tuturnya.

Aprilia menuturkan bahwa kisah “Beauty and The Beast” dipilih karena memiliki nilai moral yang kuat.

“Ini adalah cerita tentang cinta yang tidak melihat fisik. Kami membawakan pertunjukan yang penuh warna, penuh cinta, dan dibumbui konflik seperti sifat egois, diskriminatif, hingga trik-trik gelap. Tetapi pada akhirnya, cinta tetap membawa kebaikan dan sukacita bagi semua,” jelasnya.

Ia menambahkan, pertunjukan ini sekaligus mengajak penonton merenungkan pentingnya hidup dalam perbedaan.

“Kenapa perbedaan harus menjadi perpecahan. Dalam pertunjukan ini kami ingin memberi contoh bahwa di tengah perbedaan, kita bisa tetap berbagi sukacita, kabar gembira, dan cinta kasih,” imbuhnya.

Pentas ini melibatkan seluruh siswa Belle Ballet School, mulai dari anak usia 4 tahun hingga penari dewasa.

Acara dibuka dengan tari kontemporer yang dibawakan 11 penari, kemudian dilanjutkan adegan-adegan inti Beauty and The Beast.

Aprilia mengungkapkan, proses latihan memakan waktu lima bulan, dengan tantangan utama pada konsep pertunjukan yang harus berjalan menyatu tanpa jeda.

“Karena konsepnya saling terhubung dan banyak kolaborasi antartokoh. Tantangan lain adalah mendampingi anak-anak yang masih sangat kecil,” ujarnya.

Pertunjukan tahunan ini telah digelar Belle Ballet School sejak 2011, dan hanya sempat berhenti saat pandemi Covid-19.

Tahun ini, kapasitas penuh Ciputra Hall sebanyak 500 penonton terisi. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#ciputra hall #Belle Ballet School #disabilitas #surabaya #beauty and the beast #pertunjukan #Radar Surabaya