RADAR SURABAYA - Kebutuhan guru di Kota Surabaya kembali menjadi sorotan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengaku kekurangan 1.700 guru tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama (SMP). Angka tersebut akan terus bertambah karena setiap tahun ada ratusan guru yang pensiun.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Putri Aisyah Mahanani mengatakan, kekurangan tenaga pendidik tersebut bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan akibat celah yang terus membesar antara guru yang pensiun dan jumlah penambahan formasi baru.
“Memang kita kekurangan guru. Setiap tahun kurang lebih hampir 300 sampai 400 guru yang pensiun,” kata Putri kepada Radar Surabaya pada Minggu (16/11).
Putri menjelaskan, rekrutmen guru baru hanya bisa dilakukan melalui mekanisme PPPK dan CPNS. Namun, pola itu belum mampu menutup kekurangan yang ada. Sebab, mayoritas yang lolos PPPK merupakan guru tidak tetap (GTT) yang sebelumnya sudah mengajar di sekolah-sekolah yang ada di Surabaya.
“Yang keterima sebagai PPPK itu rata-rata guru tidak tetap. Artinya, hanya berubah status saja, tidak menambah jumlah guru,” ujarnya.
Dengan kata lain, proses pengangkatan PPPK selama ini belum menghadirkan tenaga pengajar baru ke dalam sistem, melainkan hanya meningkatkan status tenaga yang sudah ada. Akibatnya, meski setiap tahun ada pengangkatan P3K, jumlah guru yang masuk tidak sebanding dengan yang keluar karena pensiun.
Putri mengungkapkan, sebelum regulasi berubah, pemkot masih bisa menyiasati kekurangan guru dengan merekrut tenaga kontrak. Namun, kebijakan nasional dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi memperbolehkan daerah menggaji tenaga kontrak untuk posisi guru.
“Dulu kami masih bisa melalui tenaga kontrak. Tapi, sejak dua tahun terakhir tidak boleh merekrut tenaga kontrak, harus PPPK atau CPNS,” jelasnya.
Baca Juga: Rizky Ridho Masuk Nominasi Puskas Award 2025, UM Surabaya Bangga
Kondisi itu membuat celah kebutuhan guru semakin melebar setiap tahun. Saat ini, meski Dispendik Surabaya sudah mengajukan formasi sesuai kebutuhan, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah pusat.
Putri mengatakan, Dispendik Surabaya masih menunggu kepastian kuota dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan kementerian terkait. “Harapan kami, tentu setelah tim kami menyampaikan ke pusat kemarin itu ya, kebutuhan guru di Surabaya ini bisa diakomodir. Sehingga bisa tercukupi kebutuhannya. Sebab, angka ini tiap tahunnya bisa terus bertambah melalui angka guru yang pensiun itu tadi,” ujarnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek