Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Guru PAUD Surabaya Dibekali Bigbook dan Signalong Indonesia, Untuk Ciptakan Kelas yang Lebih Menyenangkan

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 15 November 2025 | 14:34 WIB

BERBAGI: Kembangkan kualitas guru PAUD di Surabaya dengan metode belajar bigbook dan signalog.
BERBAGI: Kembangkan kualitas guru PAUD di Surabaya dengan metode belajar bigbook dan signalog.
 

 

RADAR SURABAYA - Guna meningkatkan kemampuan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam menerapkan pembelajaran yang menyenangkan dan inklusif, Disability Innovation Center (DIC) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar workshop storytelling interaktif.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan metode bercerita menggunakan bigbook dan signalong Indonesia sebagai sarana pembelajaran yang ramah dan mudah diakses oleh semua anak.

Ketua DIC Unesa, Prof. Budiyanto, menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya untuk membuat kegiatan bercerita menjadi lebih menarik bagi anak-anak.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa anak-anak di PAUD lebih menyukai pembelajaran yang disampaikan dengan cerita dan gerakan. Tari, gerak, lagu, dan dilengkapi dengan isyarat, itu yang menarik untuk anak-anak PAUD," ujarnya, Jumat (14/11).

Prof. Budiyanto menambahkan, meskipun unsur tari, nyanyi, dan gerak sudah ada dalam pembelajaran PAUD, namun belum dikemas menjadi satu sistem yang terpadu.

DIC Unesa juga mengembangkan bigbook bagi anak berkebutuhan khusus di PAUD, yang dilengkapi dengan lagu, tari, gerak, serta isyarat.

"Tentu hasil ini akan kami kaji dan sempurnakan lagi. Jika sudah, berikutnya akan kami rekomendasikan kepada dinas pendidikan, termasuk direktorat PAUD," jelasnya.

Sementara itu, Koorprodi S1 Pendidikan Luar Biasa Unesa, Khofidotur Rofiah, menjelaskan, materi storytelling ini bertujuan untuk mendukung kelas inklusif di PAUD.

"Fokus utama kami adalah bagaimana menciptakan inklusif melalui kegiatan ini. Kita buat buku story-nya ada isyarat untuk yang penyandang hambatan, misalnya gak bisa ngomong, agar menjadi paham dan menyenangkan dalam belajar," jelasnya.

Khofidotur menambahkan, guru-guru PAUD akan diberikan buku yang dilengkapi dengan keyword isyarat, sehingga mereka dapat bercerita sambil berisyarat.

"Ini basic isyarat saja, jadi gestur yang umum untuk diisyaratkan lebih memudahkan anak-anak memahami cerita dan membuat kelas lebih menyenangkan. Seperti terasa menari," katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, DIC Unesa mengundang guru-guru PAUD di Surabaya dari sekitar 85 sekolah untuk mengikuti workshop ini. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#paud #guru paud #signalong indonesia #bigbook #Metode Bercerita #UNESA #Radar Surabaya