RADAR SURABAYA - Keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Hal ini dibuktikan oleh R. Muhammad Fajar Santoso dan RR. Savira Ayu Mukti, kakak beradik disabilitas yang berhasil meraih gelar sarjana dan magister dalam wisuda ke-117 Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Fajar, yang merupakan lulusan S-1 Pendidikan Sejarah, dan Savira, lulusan S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra, menunjukkan bahwa semangat dan kerja keras dapat mengalahkan segala rintangan.
Sejak kecil, keduanya memiliki keterbatasan fisik (tunadaksa), namun hal itu tidak menghalangi mereka untuk terus belajar dan berkembang.
"Tantangannya memang menuntut kami beradaptasi dengan lingkungan, termasuk ketika kuliah harus beradaptasi dengan materi kuliah. Selain itu, tantangannya yaitu membagi waktu, karena saya juga bekerja jadi editor," ujar Savira, Rabu (12/11).
Savira merasa sangat senang dapat mempersembahkan gelar magisternya kepada kedua orang tuanya.
Kesuksesan ini merupakan buah dari perjuangan dan dukungan yang tak henti-hentinya dari keluarga dan orang-orang terdekat.
Sang ibu, Edi Kristanti, tak kuasa menahan air mata haru saat melihat kedua anaknya naik ke panggung wisuda.
"Kami sebagai orang tua terus mendukung perkembangan dan jalan studi maupun karier mereka," tuturnya.
Kristanti merasa sangat senang dan bangga dengan pencapaian anak-anaknya yang tidak pernah mengeluh, tetapi selalu memilih untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.
"Saya bangga luar biasa. Dari kecil, mereka saya tekankan harus percaya diri dan mandiri. Saya selalu support secara maksimal," ujarnya.
Keberhasilan Savira dan Fajar menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.
Dengan dukungan keluarga dan lingkungan kampus yang adaptif, keduanya berhasil menunjukkan semangat belajar sepanjang hayat.
Rektor Unesa, Prof. Nurhasan, memberikan apresiasi tinggi atas perjalanan dan pencapaian studi keduanya.
"Ini harus menjadi motivasi dan inspirasi bagi mahasiswa lain untuk meraih prestasi. Di balik prestasi ada perjuangan, dan Unesa akan terus mengapresiasi setiap perjuangan mahasiswanya," jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, rektor yang akrab disapa Cak Hasan menawarkan beasiswa studi lanjut program doktor kepada Savira dan beasiswa studi lanjut magister kepada Fajar.
Selain Fajar dan Savira, terdapat tiga mahasiswa disabilitas lainnya yang juga berhasil meraih gelar dalam wisuda tersebut, yaitu Fariha dari Prodi S-1 Pendidikan Tata Busana, Okticha Farra Nabilla Elingga dari Prodi S-1 Pendidikan Tata Boga, dan Alisa Sidqi Maulida dari Prodi S-1 Pendidikan Tata Rias. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa