RADAR SURABAYA - Sopir truk yang diduga menyerempet dan menabrak penjual lontong balap Ghuwan Sahudi Mubin, 45, hingga meninggal dunia di Jalan Jeruk, Surabaya diamankan. Dia adalah AS, 53, warga Desa Banjaran, Driyorejo, Gresik.
Sopir tersebut kabur usai terlibat kecelakaan dengan korban karena takut dihajar massa. Ia memilih ke gudang. "Keterangan sopir setelah kecelakaan pergi ke gudang karena takut di massa. Selanjutnya bersama pengurus dari perusahaan melapor ke Unit Laka Dukuh Pakis dengan truk yang terlibat kecelakaan," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya Iptu Suryadi, Rabu (12/11).
Dijelaskan Suryadi, kecelakaan bermula saat kendaraan motor Honda Vario yang berjalan dari arah barat ke timur di Jalan Jeruk Lakarsantri. Sesampainya di TKP kurang hati-hati dan konsentrasi karena muatan atau ronjot miring dibetulkan sendiri sambil berjalan.
Sehingga oleng ke kanan dan terjatuh kemudian terjadi laka lantas dengan truk hino yang berjalan lurus searah di samping kanannya. Ditanya terkait status sopir truk, Suryadi menyebut masih saksi. "Masih saksi. Masih lidik cari saksi-saksi," tegasnya.
Ia melanjutkan, dari penyelidikan awal sopir truk tanpa SIM. Diduga penyebab kecelakaan karena faktor manusia dan kendaraan kurang hati-hati dan konsentrasi.
Diberitakan sebelumnya, seorang penjual lontong balap Ghuwan Sahudi Mubin, 45, warga Desa Pelabuhan Rejo Mantup Lamongan meninggal dunia diduga menjadi korban tabrak lari di Jalan Menganti, Jeruk Lakarsantri Surabaya, Selasa (11/11) pukul 05.11.
Korban meregang nyawa di tengah jalan. Sementara motornya dan muatan barang jualan lontong balap tumpah berserakan di jalan.(rus/gun)
Editor : Guntur Irianto