Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Prakiraan Cuaca Surabaya, Rabu 12 November 2025: Pagi Berawan, Sore hingga Malam Potensi Diguyur Hujan Petir

Lambertus Hurek • Rabu, 12 November 2025 | 12:10 WIB
Ilustrasi hujan di taman kota. (AI)
Ilustrasi hujan di taman kota. (AI)

RADAR SURABAYA- Kota Surabaya diperkirakan mengalami cuaca berawan pada pagi hari dengan suhu sekitar 26–32 derajat Celsius. Kondisi mulai berubah sejak siang hari, di mana Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan munculnya potensi hujan petir secara terisolasi.

Memasuki sore hingga malam hari, intensitas hujan diprediksi meningkat menjadi hujan lebat disertai petir dan angin dengan kecepatan angin berkisar 11–19 km per jam dari arah utara. Suhu udara berkisar antara 25 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 90 persen.

Total curah hujan harian diperkirakan mencapai lebih dari 3 milimeter, menandakan potensi hujan cukup merata di wilayah Surabaya pada malam hari. Masyarakat diimbau mewaspadai kemungkinan genangan di sejumlah titik rendah serta menjaga kondisi tubuh menghadapi cuaca lembap dan panas di siang hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

Peningkatan curah hujan tinggi diprediksi terjadi mulai 10 hingga 16 November 2025, yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa intensitas hujan meningkat akibat gabungan dinamika atmosfer berskala global, regional, hingga lokal.

“Beberapa faktor utama yang berperan pada dinamika cuaca periode ini antara lain Siklon Tropis FUNG-WONG, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuator yang diprediksi masih aktif di wilayah Indonesia hingga pertengahan November 2025,” ujarnya.

BMKG mencatat Siklon Tropis FUNG-WONG yang berada di Laut Filipina timur memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan pertumbuhan awan hujan dan kecepatan angin lebih dari 25 knot di wilayah Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua bagian utara.

Selain itu, kombinasi aktivitas MJO fase 5 (Maritime Continent) dengan gelombang Rossby Ekuator dan Kelvin turut meningkatkan pembentukan awan konvektif di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Kota Surabaya #Prakiraan Cuaca #BMKG #berawan #Madden Julian Oscillation #hujan disertai petir