RADAR SURABAYA - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk 29 September lalu rencananya akan dibangun kembali dengan menggunakan dana APBN.
Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bahwa anggaran pembangunan Ponpes tersebut sudah ada.
"Saya sudah sampaikan ke Menteri PU pada dasarnya uangnya ada," terang Purbaya saat berada di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Senin (10/11).
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah memiliki alokasi anggaran yang dapat segera dijalankan apabila pengajuan resmi dari kementerian teknis sudah diajukan dan disetujui.
Purbaya mendorong Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, untuk segera mengajukan pembangunan, karena dana sudah tersedia.
"Ya kalau menteri mengajukan bisa dijalankan dengan cepat. Saya bilang uangnya ada (untuk pembangunan Ponpes Al Khoziny)," jelasnya.
Meski demikian Purbaya mengaku belum mengetahui detail mekanisme penggunaan APBN untuk Ponpes Al Khoziny karena belum ada diskusi lebih lanjut.
“Tapi detail akhirnya saya nggak tahu seperti apa, belum diskusi lebih lanjut, tapi saya sih bilang uangnya ada,” ungkap Purbaya.
Rencana penggunaan APBN ini muncul setelah tragedi ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny yang mengakibatkan puluhan santri meninggal dunia dan mengalami luka-luka.
Kepastian ketersediaan dana dari Menkeu ini diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan kembali ponpes tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Sidoarjo, Nursuliantoro, menyebut Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan ground breaking pembangunan gedung baru Pondok Pesantren Al Khoziny pada 25 November 2025 mendatang.
Gedung baru tersebut akan menempati lokasi baru di Jalan Antartika, Desa Siwalanpanji, Sidoarjo.
“Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan melakukan ground breaking pembangunan gedung baru Al Khoziny pada 25 November 2025,” jelasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari