RADAR SURABAYA - Sejumlah karya kreativitas dari mahasiswa Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) ditampilkan dalam pagelaran busana di Chameleon Hall, Tunjungan Plaza 6 Surabaya.
Melalui pagelaran busana tahunan bertajuk “Revive”, para desainer muda ini menampilkan ratusan karya yang mengusung nilai keberlanjutan sekaligus estetika yang autentik.
Salah satu karya yang mencuri perhatian datang dari Angelin Sovina dengan koleksi bertema “Moira”.
Terinspirasi dari mitologi Yunani tentang tiga dewi takdir, Clotho, Lachesis, dan Atropos, Angelin menghadirkan simbol perjalanan hidup manusia melalui permainan warna dan tekstur.
Warna hitam berpadu kontras dengan pastel dan primer, menggambarkan tahapan kelahiran, kehidupan, hingga kematian.
“Teknik tulle braid yang saya gunakan menjadi simbol benang kehidupan manusia yang lembut dan rapuh, tapi tetap menyatu dengan takdir,” ujar Angelin yang akrab disapa Aes.
Sementara itu, Evelyn Patricia Cengnata menampilkan koleksi “Tranquil” yang memancarkan ketenangan dan kelembutan.
Terinspirasi dari aroma essential oil lavender dan bergamot, ia menggunakan kain organza dengan teknik laser cut untuk menciptakan potongan ruffle yang lembut dan mengalir.
“Proses pemotongan laser cut cukup menantang karena membutuhkan ketelitian tinggi agar hasilnya tetap rapi dan anggun,” tutur Evelyn.
Mengusung tema besar “Revive”, pagelaran ini juga menjadi bentuk komitmen mahasiswa FIK Ubaya terhadap konsep keberlanjutan.
Ketua pelaksana Graduation Show 2025, Dewa Ayu Putri Saraswati, menuturkan bahwa seluruh proses perancangan hingga produksi mengedepankan bahan ramah lingkungan.
“Tema Revive menekankan keseimbangan antara inovasi dan keberlanjutan. Kami menggunakan bahan dari daur ulang pakaian serta serat alami agar tetap bertanggung jawab terhadap lingkungan,” terang Becca, sapaan akrabnya.
Tahun ini, pergelaran Graduation Show 2025 terasa lebih istimewa karena menampilkan kategori tambahan, yakni accessories design project.
Secara keseluruhan, terdapat 204 karya yang dipamerkan, terdiri dari 177 busana dan 27 aksesori.
Dari jumlah itu, 25 desainer tugas akhir masing-masing menampilkan lima busana, ditambah 25 desainer Local Content Design Product (LCDP), serta 27 desainer draping dan aksesori.
Pagelaran ini tak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga wujud nyata komitmen generasi muda kreatif Surabaya dalam menghidupkan semangat mode berkelanjutan yang tetap berkelas dan berkarakter. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa