RADAR SURABAYA - Di tengah semarak peringatan Hari Pahlawan, Begandring
Soerabaia bersama sejumlah pegiat sejarah Surabaya menggelar acara tirakatan
bertajuk Novemberan di Lodji Besar, Peneleh, Surabaya. Acara ini menjadi wadah
renungan dan refleksi atas peristiwa besar 10 November 1945 yang diperingati
sebagai Hari Pahlawan.
Berbeda dengan tasyakuran kemerdekaan, Novemberan ini diadakan untuk
mengenang pertempuran besar di Surabaya yang berlangsung selama 21 hari dan menelan puluhan ribu korban jiwa. Pertempuran tersebut menjadi simbol
penegakan dan pembelaan kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Cak YeBe: Saatnya Generasi Muda Surabaya Jadi Pahlawan Masa Kini, Bukan Hanya Penonton Perubahan
Ketua Begandring Soerabaia, Achmad Zaki Yamani, menjelaskan bahwa acara ini
diadakan untuk mengenang dan mendoakan arwah para pahlawan. "Acara
Novemberan ini kami laksanakan dalam wujud tirakatan doa bersama. Kami ingin
mengajak masyarakat untuk merenungkan kembali semangat perjuangan para
pahlawan yang telah gugur," ujarnya, Senin (10/11).
Acara Novemberan diawali dengan sambutan, menyanyikan lagu kebangsaan
Indonesia Raya, tahlilan, doa, pembacaan komando keramat gubernur soerjo, dan ditutup dengan ramah-tamah. Selain Begandring Soerabaia, acara ini juga
melibatkan pegiat sejarah dari Soerabaia Combine Reenactor, Sepanjang Heritage, Bangiler Reenactor, dan Historeen ID.
Baca Juga: Densus 88 Bongkar 7 Peledak di SMAN 72 Jakarta, Empat Meledak Lukai Puluhan Siswa
Zaki berharap acara Novemberan dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan
lebih baik dan tertata. Ia juga berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat
mendukung kegiatan ini sebagai wujud penanaman nilai-nilai kejuangan dan
kepahlawanan bangsa Indonesia di Surabaya.
"Kami berharap tahun 2026 masih bisa melaksanakan acara ini yang lebih tertata
dan lebih baik kembali," pungkasnya. (*)