Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jenazah Reno yang Terbakar di Kwitang Jakarta Tiba di Rumah Duka Tegalsari Surabaya, Sempat Minta Uang Sebelum Hilang

M. Mahrus • Minggu, 9 November 2025 | 04:53 WIB

 

BERDUKA: Peti jenazah Reno korban kebakaran di Kwitang, Jakarta, di rumah duka Tegalsari, Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
BERDUKA: Peti jenazah Reno korban kebakaran di Kwitang, Jakarta, di rumah duka Tegalsari, Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Jenazah Reno Syahputradewo, 25, yang kerangkanya ditemukan di salah satu gedung yang terbakar di Kwitang, Jakarta Pusat, tiba di rumah duka Jalan Kampung Malang Utara I, Tegalsari, Surabaya, Sabtu (8/11) malam.

Setibanya di rumah duka, jenazah disambut tangis keluarga dan kerabat. Bahkan, ibunda Reno sempat lemas. Reno sebelumnya dilaporkan hilang usai aksi demo besar 29 Agustus 2025 lalu di Jakarta Pusat.

Dari pantauan Radar Surabaya peti jenazah Reno saat ini berada di rumah duka. Sementara puluhan warga dan kerabat terus berdatangan untuk takziah.

Paman korban Jimmy Yunianto mengatakan menghormati hasil tes DNA yang dilakukan oleh Polri. "Kita sangat menghormati institusi polisi. Apapun hasilnya tes DNA tetap kami hormati itu apresiasi kami dari pihak keluarga," ujarnya kepada wartawan di depan rumah duka, Sabtu malam (8/21).

Jimmi menambahkan, pihak keluarga melaporkan kehilangan Reno ke Polsek Jatinegara setelah tidak pulang selama dua hari setelah ada demo akhir Agustus 2025.

"Tahu itu malam itu bahwa ponakan saya yang perempuan itu Reno ada di sekitaran ikut demo nggak tahu bahasanya ikut atau nonton saya juga gak ngerti. Besoknya belum pulang, besoknya lagi belum pulang. Laporan setelah 2 X 24 jam keponakan saya lapor secara prosedural orang hilang laporan ke pihak polisi," terangnya.

Pria 44 tahun itu menceritakan sebelum hilang Reno sempat komunikasi terakhir dengan orang tua (ayah) meminta transfer uang Rp 50 ribu untuk membeli makan pada 29 Agustus 2025. Setelah itu tidak ada komunikasi dengan orang tua.

Reno sendiri di bekerja di AHM Cikarang. Dia sudah bekerja selama tiga tahun dan ikut tinggal bersama kerabatnya di Jakarta Timur. Ditanya apakah Reno suka ikut demo, Jemi menyebut tidak ada.

"Pastikan tidak ada. Reno bekerja di AHM Cikarang. Reno itu orang sebenarnya kalau menurut saya Reno sama adiknya dari kecil tinggal di sini. Reno orang yang mager," sebutnya. 

Ia menyebutkan saat  diajak kemana saja sebenarnya Reno tidak pernah berangkat. "Istilahnya seperti itu. Tapi gak tahu kenapa saat demo itu mungkin rasa ketertarikan nya karena gak pernah lihat demo besar di Surabaya. Itu sih menurut saya pribadi. Reno orangnya mageran," bebernya.

Dia mengungkapkan, pihak keluarga dihubungi polisi untuk tes DNA ke Jakarta pada seminggu yang lalu. Kemudjan keluarga berangkat ke Jakarta untuk tes DNA. Awalnya keluarga tak yakin bila temuan kerangka itu Reno. Kemudian setelah dites DNA dan dicocokkan oleh pihak kedokteran forensik kepolisian ternyata salah satu kerangka tersebut adalah jenazah Reno.

"Reno dua saudara, dia sama adiknya laki- laki dari pasangan Ibu Rita dan Muhamad Yasin," tururnya. Sesuai rencana jenazah Reno akan dimakamkan di TPU Putat Gede atau TPU Jarak Surabaya Minggu (9/11) pukul 10.00.

Disinggung apakah pihak keluarga akan melakukan langkah hukum selanjutnya, Jemi belum bisa memastikan. "Itu yang kita nanti pikirkan atau ya sudah wes ini istilahnya wallahu alam lah kalau urusan selanjutnya kayaknya gak ada deh mas," ucapnya. (rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#kwitang jakarta #identitas #manusia #keluarga #korban #penyebab #Agustus 2025 #Berita Kriminal Terbaru #unjuk rasa #kesaksian #demo #hilang #penemuan #Kerangka #tegalsari #berita surabaya hari ini #Berita Kriminal Hari Ini #Sosok #ikut #gedung #rumah duka #berita kriminal surabaya #tes dna