Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Siaga Hujan Ekstrem, Pemkot Pacu Lembur Proyek Pengendali Banjir

Dimas Mahendra • Jumat, 7 November 2025 | 14:28 WIB
ANTISIPASI: Genangan masih terjadi di beberapa wilayah Surabaya. Komisi C DPRD Surabaya meminta pemkot mengoptimalkan perawatan drainase.(Dok/RADAR SURABAYA)
ANTISIPASI: Genangan masih terjadi di beberapa wilayah Surabaya. Komisi C DPRD Surabaya meminta pemkot mengoptimalkan perawatan drainase.(Dok/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Memasuki musim hujan yang datang lebih cepat dari perkiraan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat. Wali Kota Eri Cahyadi menginstruksikan seluruh jajaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur vital, terutama yang berhubungan dengan pengendalian banjir.

Kepala DSDABM Surabaya, Syamsul Hariadi, mengungkapkan bahwa instruksi wali kota tersebut menitikberatkan pada percepatan pembangunan rumah pompa, box culvert, dan jaringan drainase utama di sejumlah titik rawan genangan.

“Diminta lembur kontraktornya, kalau bisa 24 jam. Jadi nanti kita usahakan besok kita undang semua kontraktor yang belum selesai. Yang belum rampung rata-rata pekerjaan besar,” ujar Syamsul.

Menurut Syamsul, saat ini sedikitnya ada lima titik rumah pompa yang tengah dikebut pengerjaannya. Kelima titik itu tersebar di Menanggal, Ahmad Yani, Ketintang Madya, Karah, dan Rungkut Menanggal. Selain itu, proyek besar lain juga tengah berjalan di diversi Gunungsari dan Babat Jerawat, dua kawasan strategis yang kerap menjadi sorotan saat hujan deras mengguyur kota.

“Pekerjaan di Gunungsari itu kita percepat dengan sistem dua arah. Jadi dikerjakan dari sisi barat dan timur sekaligus, supaya cepat ketemu di tengah,” jelasnya.

Untuk mempercepat progres, DSDABM meminta kontraktor menambah jam kerja dan tenaga di lapangan, termasuk memperkuat pasokan material agar tidak terjadi keterlambatan. Setiap proyek kini dipantau ketat oleh konsultan pengawas yang akan melaporkan perkembangan setiap pekan.

“Besok kita rapatkan dan kasih target mingguan. Nanti dievaluasi oleh pengawas. Harapan kami pertengahan Desember semua sudah tuntas,” tambah Syamsul.

Langkah percepatan ini bukan tanpa alasan. Hujan deras yang turun sejak awal November menjadi alarm bagi pemerintah kota untuk memperkuat kesiapsiagaan. Peringatan dini dari BMKG menyebut bahwa cuaca ekstrem berpotensi terjadi hingga Januari 2026.

“Biasanya awal hujan cuma rintik-rintik, tapi kemarin langsung deras dari jam dua siang sampai malam. Jadi kita harus bergerak cepat,” ungkap Syamsul. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#musim hujan #Kota Surabaya #wali kota surabaya #banjir surabaya #Genangan Air #Eri Cahyadi #rumah pompa