Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sidak Malam Wali Kota Surabaya: Rumah Menjorok ke Saluran Jadi Penyebab Genangan di Jalan Tanjungsari, Harus Dibongkar!

Dimas Mahendra • Kamis, 6 November 2025 | 06:23 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau genangan di Jalan Tanjungsari Surabaya , Rabu (5/5) malam.
Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau genangan di Jalan Tanjungsari Surabaya , Rabu (5/5) malam.

RADAR SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam menangani genangan dan banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik kota.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (5/11) malam ke beberapa kawasan rawan genangan, termasuk Jalan Tanjungsari, Kecamatan Sukomanunggal.

Dalam sidak tersebut, Eri menemukan sejumlah bangunan warga berdiri di atas saluran air, yang menyebabkan aliran tersumbat dan genangan tak kunjung surut.

“Ini sudah puluhan tahun, bangunan berdiri di atas saluran. Bagaimana kita bisa menyelesaikan banjir kalau seperti ini terus?” ujar Eri Cahyadi di lokasi sidak, didampingi Camat Sukomanunggal Dwi Anggara Widya Sukma dan Camat Asemrowo Khusnul Amin.

Eri menyoroti bangunan rumah warga yang menjorok ke luar batas persil tanah dan menutupi saluran air.

Ia meminta agar data kepemilikan lahan dicek ulang ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan warga diimbau untuk memundurkan bangunan sesuai surat tanah masing-masing.

“Saya minta Pak Camat dan LPMK kumpulkan warganya. Rumahnya harus mundur sesuai surat tanah. Kalau salurannya ditutupi rumah, air tidak bisa mengalir,” tegas Eri.

Tak hanya bangunan rumah, Eri juga menyoroti keberadaan jembatan kecil yang dibangun warga secara mandiri di atas saluran.

Menurutnya, jembatan tersebut memperparah sumbatan aliran air. “Jangan buat jembatan di sini. Air jadi tertutup. Sudah, dibongkar saja,” ujarnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, membenarkan bahwa saluran air di Jalan Tanjungsari memang sempit dan banyak bangunan warga yang menjorok ke jalan.

“Aliran ke muara tidak lancar karena salurannya kecil dan rumah-rumah maju ke jalan,” jelas Syamsul.

Ia menambahkan, Pemkot Surabaya akan melakukan pelebaran saluran menggunakan box culvert pada tahun 2026.

Saluran tersebut akan diarahkan ke timur Jalan Asem Mulya, lalu dialirkan ke saluran Greges dan Bozem Morokrembangan sebagai penampung akhir.

“Rencananya tahun depan akan kita lebarkan salurannya agar air bisa mengalir langsung ke Bozem,” pungkas Syamsul.

Genangan di Jalan Tanjungsari menjadi perhatian serius Pemkot Surabaya karena disebabkan oleh bangunan warga yang berdiri di atas saluran air.

Eri menegaskan pentingnya penertiban bangunan dan pelarangan pembangunan jembatan di atas saluran demi kelancaran aliran air.

Dengan rencana pelebaran saluran dan pembangunan box culvert tahun depan, Pemkot berharap genangan di kawasan tersebut bisa diatasi secara permanen.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Surabaya dalam membangun sistem drainase yang lebih efektif dan berkelanjutan di tengah urbanisasi yang pesat. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#saluran air #surabaya #tanjungsari #genangan #banjir #Eri Cahyadi