Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dosen ITS Surabaya Buat Komik Edukatif Digital Berbahasa Madura untuk Literasi di Daerah Pelosok

Rahmat Sudrajat • Rabu, 5 November 2025 | 22:31 WIB

INOVASI: Beberapa gambaran komik edukatif digital yang disosialisasikan Tim Dosen Lintas Departemen ITS.
INOVASI: Beberapa gambaran komik edukatif digital yang disosialisasikan Tim Dosen Lintas Departemen ITS.


RADAR SURABAYA - Untuk menguatkan pendidikan dan literasi digital di daerah pelosok, tim dosen lintas departemen ITS mengembangkan komik edukatif digital bertema Literasi Digital yang ditujukan bagi guru dan siswa sekolah dasar (SD).

Mereka berkolaborasi dengan tujuh mahasiswa DKV ITS untuk merancang komik digital dan berbagai media sosialisasi pendukung seperti poster, pembatas buku, kaos, banner, serta stiker edukatif.

Menurut Dosen Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD) ITS, Naufan Noordyanto, lahirnya gagasan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan sosial di ruang digital yang mulai memengaruhi anak usia sekolah dasar.

Mulai dari maraknya judi daring, ujaran kebencian, penyalahgunaan data pribadi, hingga lunturnya apresiasi terhadap budaya lokal akibat konten digital yang tidak etis.

"Semua ini perlu dilakukan antisipasi sejak dini," ujarnya, Rabu (5/11).

Untuk itu, tim ITS menghadirkan lima judul komik edukatif digital yang menyoroti isu-isu sosial tersebut di antaranya dengan menggunakan bahasa Madura.

Seperti Judol Bikin Tagihan Jebol (pencegahan judi daring), Karma Komentar Beracun (ujaran kebencian di dunia maya), Lindungi Data Pribadi (keamanan digital), Fitnah Ulasan Viral (hoaks dan promosi produk lokal), dan Lestari karena Apresiasi (pelestarian budaya lokal di era digital).

Kelima komik ini diterbitkan secara daring melalui platform LINE Webtoon (Kanvas) dan dapat diakses publik melalui tautan https://its.id/BacaKomikAbdimanITS.

Dalam kegiatan tersebut, tim ITS tidak hanya menyerahkan media komik termasuk versi cetak-gulung untuk daerah dengan keterbatasan internet, tetapi juga memberikan pelatihan interaktif tentang cara mengakses dan menggunakan komik digital sebagai media bantu ajar.

Dalam pelatihan ini, para guru diajak mengenali nilai edukatif dari tiap cerita serta berlatih memantik diskusi kritis di kelas menggunakan narasi komik.

"Literasi digital bukan sekadar kemampuan teknologi, tetapi juga kesadaran etis dan sosial di ruang digital," tutup Naufan

Diungkapkan Naufan, pemilihan Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan.

Wilayah ini termasuk daerah pedesaan dengan akses pendidikan dan infrastruktur digital yang masih terbatas.

"Melalui satu forum KKG, kami dapat menjangkau lebih dari 13 sekolah dan 100 guru. Efek edukatifnya akan berantai dari guru ke murid dan dari sekolah ke komunitas," terangnya.

Kegiatan ini merupakan wujud sinergi teknologi, seni, dan pendidikan yang sejalan dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, khususnya prioritas penguatan pendidikan, sains, teknologi, dan digitalisasi.

"Hasil kuesioner pascapelatihan menunjukkan antusiasme tinggi dari para guru. Mereka menilai media komik digital ini sangat membantu dalam menjelaskan isu-isu digital yang kompleks dengan cara yang sederhana dan menarik bagi anak-anak," pungkasnya. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#its #komik #Bahasa Madura #Digital #Guluk Guluk #dosen #Radar Surabaya #Literasi