Mural Baru di Kawasan Gubeng Dirusak, Pemkot Surabaya Lacak Pelaku Lewat CCTV
Dimas Mahendra• Rabu, 5 November 2025 | 17:08 WIB
Mural baru di kawasan Gubeng yang menjadi objek vandalisme orang tak bertanggung jawab.
RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat memburu pelaku aksi vandalisme yang merusak mural di kawasan Jalan Gubeng Pojok. Mural yang baru saja rampung dikerjakan itu sekarang penuh dengan coretan yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, ia telah memerintahkan perangkat daerah (PD) terkait untuk menindaklanjuti kasus itu. Dia meminta agar jajarannya segera mengidentifikasi pelaku melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi.
“Nah ini sudah saya minta itu sama teman-teman, kan ada CCTV-nya, diproses lah. Makanya saya berharap, kalau sudah dimural jangan dirusak,” kata Eri.
Cak Eri, sapaan akrabnya, menyebut bahwa tindakan tersebut merupakan perusakan fasilitas umum yang bisa dijerat pidana. Karena itu, ia meminta penegak hukum agar memberikan sanksi tegas.
“Saya pidanakan, karena merusak fasilitas umum kan bisa masuk kategori pidana,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa hukuman bagi pelaku tidak boleh ringan. Sebab, mural tersebut dibuat dengan tenaga dan dedikasi besar dari para anak muda Surabaya.
“Arek-arek mengerjakan susahnya seperti itu, divandalisme. Ini saya minta cari CCTV, proses sampai dapat, hukumannya jangan ringan-ringan, yang berat sekalian. Karena merusak fasilitas umum,” tegasnya.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Satpol PP Surabaya menurutnya kini tengah menelusuri sejumlah rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.
“Insyaallah ada beberapa CCTV tiga atau dua. Pelaku lagi dicari itu sama teman-teman. Saya bilang goleki sampai ketemu,” katanya.
Selain menegakkan hukum, Wali Kota Eri juga mengingatkan bahwa mural tersebut dibangun menggunakan anggaran pemerintah dan menjadi bagian dari upaya mempercantik kota.
“Karena ini merusak fasilitas umum, terus dibangun dengan uang negara, mengerjakannya susah,” ujarnya.
Lebih jauh, dia menjelaskan kalau mural di Jalan Gubeng Pojok itu memiliki makna mendalam tentang keragaman suku, agama, dan budaya yang merepresentasikan wajah Kota Surabaya. Oleh karena itu, dia berharap pelaku vandalisme tersebut dapat menyadari kesalahannya.
“Semoga yang tangannya jahil, jadi gak jahil lagi. Semoga yang tangannya jahil, dibuka hatinya biar sadar. Bagaimanapun dia ya wargaku. Maka satu-satunya yang bisa membolak-balikkan hatinya manusia adalah Gusti Allah,” pungkasnya. (dim)