Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Antisipasi DBD, Pemkot Surabaya Laksanakan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik

Dimas Mahendra • Selasa, 4 November 2025 | 00:20 WIB
TELITI: Pemkot Surabaya gerak cepat mengantisipasi lonjakan DBD dengan melaksanakan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.(IST/RADAR SURABAYA)
TELITI: Pemkot Surabaya gerak cepat mengantisipasi lonjakan DBD dengan melaksanakan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Musim hujan yang datang lebih cepat dari biasanya membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya langsung bergerak cepat. Tak ingin kecolongan dengan lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD), Pemkot memulai Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J), nantinya setiap rumah memiliki juru pemantau jentik (Jumantik) sendiri.

Pemkot resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Antisipasi DBD yang diteken oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto. “Musim hujan tahun ini datang lebih awal dan durasinya lebih panjang. Kami ingin memastikan kesiapsiagaan warga untuk mencegah ledakan kasus DBD,” ujar Lilik.

Menurut data BMKG, puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari–Februari 2026. Namun, antisipasi sudah dilakukan melalui gerakan tersebut.

“Gerakan ini juga untuk memastikan nilai Angka Bebas Jentik (ABJ) lebih dari 95 persen di masing-masing wilayah dan Nilai Container Index (CI) kurang dari 5 persen pada instansi atau sekolah,” jelas Lilik.

Selain itu, Pemkot juga mengimbau warga untuk rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, seperti menguras dan menutup penampungan air, mendaur ulang barang bekas, hingga menaburkan larvasida di tempat yang sulit dikuras.

Gerakan pencegahan ini tidak hanya melibatkan warga, tetapi juga PKK, RT/RW, Kader Surabaya Hebat, sekolah, dan lembaga keagamaan. Semua diarahkan untuk melakukan kerja bakti serentak, terutama di wilayah barat, timur, dan utara yang berbatasan langsung dengan kabupaten lain dan berisiko tinggi terhadap penularan.

“Kegiatan pencegahan disarankan dapat diimplementasi oleh seluruh masyarakat di Kota Surabaya,,” tegasnya.

Lilik juga mengingatkan masyarakat untuk segera melapor ke Puskesmas bila menemukan gejala mencurigakan seperti demam tinggi tanpa sebab, nyeri sendi, ruam merah, hingga pendarahan ringan. Langkah cepat ini penting untuk dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan mencegah penyebaran lebih luas.

“Begitu ada gejala, segera ke fasilitas kesehatan. Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan kesadaran warga, Pemkot Surabaya berharap musim hujan tahun ini tidak kembali disertai ledakan kasus DBD seperti tahun-tahun sebelumnya. (dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#waspada #berita pemerintahan #penderita #angka #gerakan #berita surabaya hari ini #lonjakan #antisipasi #program #pemkot surabaya #jumantik #dbd #masyarakat #demam berdarah dengue (DBD) #Surat Edaran (SE)