RADAR SURABAYA - Suasana berbeda tampak di Hotel Ciputra World Surabaya, Sabtu (1/11) malam.
Nuansa mistis dan warna-warni khas Meksiko menyelimuti area restoran hotel dalam gelaran Halloween Dinner bertema “Death Mexican”, yang mengangkat kisah perayaan Hari Kematian di Meksiko.
Menurut Stephanie Caroline, Marketing Communication Hotel Ciputra World Surabaya, tema ini dipilih agar memberikan pengalaman yang berbeda bagi para tamu yang hadir.
“Kami ingin tampil beda. Kalau Halloween biasanya identik dengan labu atau pumpkin, itu sudah terlalu umum. Tema Meksiko ini unik karena perayaan Hari Kematian, dengan dekorasi berwarna dan penuh simbol kehidupan,” ujar Stephanie.
Suasana restoran pun disulap menyerupai pesta kematian ala Meksiko. Ada meja perjamuan, lukisan wanita berhias bunga, hingga patung hantu khas Meksiko yang tersebar di area luar restoran.
Para pelayan juga tampil total dengan make up hantu, menambah kesan seram sekaligus artistik.
Meski mengusung tema Meksiko, menu yang disajikan tetap internasional. Hidangan buffet terdiri dari berbagai sajian unik yang disesuaikan dengan nuansa Halloween.
“Ada wonton warna hitam, okonomiyaki Jepang berbentuk laba-laba, kue dengan dekorasi nisan bertuliskan RIP, dan banyak lagi,” terang Olin, panggilan akrab Stephanie Caroline.
Menambah kemeriahan, pengunjung juga diajak untuk berpartisipasi dengan mengenakan kostum bertema Halloween.
Pihak hotel bahkan memberikan penghargaan untuk “Best Costume” di akhir acara.
“Animo pengunjung tahun ini cukup baik. Meski dibanding tahun lalu sedikit menurun, mungkin karena kondisi ekonomi yang sedang melambat,” tambahnya.
Salah satu pengunjung, Vera Go, mengaku antusias mengikuti perayaan Halloween tematik pertamanya.
“Saya datang sendiri karena teman batal ikut, karena sudah terlanjur reservasi," ujar Vera.
Vera Go datang kostum dan berdandan ala murid Hogwarts. Meskipun sendiri, ia mengaku tetap menikmatinya.
"Acaranya seru, makanannya enak, stafnya ramah. Tahun depan pengin ikut lagi dan coba tempat lain,” tutur Vera. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa