RADAR SURABAYA – Hujan deras yang mengguyur Semarang dan sekitarnya sejak dua hari terakhir kembali memukul aktivitas perkeretaapian. Genangan air setinggi hampir setengah meter merendam jalur rel antara Stasiun Alastua dan Semarang Tawang. Akibatnya, sejumlah perjalanan kereta api dari wilayah Daop 8 Surabaya terpaksa dialihkan dan mengalami keterlambatan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, memastikan bahwa langkah cepat telah diambil untuk mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
“Kami menerapkan pola operasi memutar untuk beberapa KA jarak jauh sebagai dampak dari luapan air di jalur lintas utara,” jelasnya, Rabu (29/10).
Perubahan rute itu antara lain diberlakukan untuk KA Argo Bromo Anggrek yang biasanya melintas Surabaya Pasar Turi–Gambir, kini dialihkan melalui jalur Surabaya Pasar Turi–Madiun–Solo. Sementara KA Matarmaja dari Malang menuju Pasar Senen berbelok lewat jalur Solo Balapan–Kutoarjo–Purwokerto–Cirebon.
Situasi ini memicu keterlambatan sejumlah perjalanan. Namun, KAI Daop 8 Surabaya menjamin penumpang tetap mendapatkan hak kompensasi. Penumpang yang mengalami keterlambatan lebih dari satu jam berhak membatalkan tiket dan menerima pengembalian 100 persen atau tetap melanjutkan perjalanan dengan kompensasi minuman ringan.
Keterlambatan di atas tiga jam mendapat tambahan makanan ringan, dan jika mencapai lima jam, penumpang akan mendapat makanan berat.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Cuaca ekstrem memang di luar kendali, tapi kami memastikan seluruh penumpang tetap terlayani dengan baik,” tambah Luqman.
Hingga Rabu sore, sebanyak 476 penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya memilih membatalkan tiket akibat perubahan rute. KAI terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan memantau kondisi jalur agar perjalanan dapat kembali normal secepatnya. (rmt/fir)
Editor : M Firman Syah