RADAR SURABAYA – Menjelang akhir tahun 2025, realisasi investasi di Kota Surabaya terus menunjukkan tren positif. Hingga Oktober ini, capaian investasi sudah mencapai 75 persen atau sekitar Rp 31 triliun dari target tahunan sebesar Rp 42 triliun. Hal ini didominasi ekspansi sektor perumahan.
Koordinator Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya, Hefli Syarifuddin, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kombinasi antara masuknya investor baru dan ekspansi dari pelaku usaha lama yang memperluas usahanya di berbagai wilayah.
“Alhamdulillah sudah 75 persen, sekitar Rp 31 triliun dari target Rp 42 triliun. Investasi ini gabungan, ada yang baru dan ada juga yang ekspansi,” ujar Hefli.
Menurut Hefli, sektor perumahan dan properti menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi investasi tahun ini. Sebagian besar merupakan ekspansi dari pengembang lama yang memperluas kawasan hunian di beberapa titik strategis.
“Yang banyak dari ekspansi, seperti sektor perumahan dan sejenisnya,” jelasnya.
Dari sisi wilayah, investasi paling banyak mengalir ke Surabaya Barat dan Surabaya Timur, dua kawasan yang saat ini tengah berkembang pesat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan permukiman baru. “Paling banyak di Surabaya Barat sama Surabaya Timur,” ungkap Hefli.
Meski realisasi investasi sudah cukup tinggi, DPMPTSP Surabaya masih memiliki waktu sekitar dua bulan untuk mengejar sisa target 25 persen. Untuk itu, berbagai langkah strategis disiapkan guna menarik lebih banyak investor agar menanamkan modalnya di Kota Pahlawan.
“Insya Allah siap, kita koordinasikan dengan asosiasi-asosiasi usaha yang ada untuk menanamkan investasinya di Surabaya. Kita permudah perizinannya, kita fasilitasi sampai clear,” tegas Hefli.
Selain mempermudah perizinan, Pemkot Surabaya melalui DPMPTSP juga aktif melakukan roadshow dan promosi investasi kepada pelaku usaha. Upaya ini dilakukan bersamaan dengan peningkatan kualitas infrastruktur, kepastian hukum, serta jaminan keamanan investasi di Surabaya.
“Kita juga lakukan road show ke pelaku usaha untuk menanamkan investasinya di Kota Surabaya, sekaligus memperbaiki infrastruktur yang ada, memberikan kepastian hukum dan jaminan keamanan,” imbuhnya.
Hefli optimistis target investasi tahun 2025 dapat tercapai sepenuhnya. Ia menyebut, tren positif dari investor yang terus menanamkan modalnya menjadi bukti kuat bahwa Surabaya masih menjadi kota tujuan investasi paling menarik di Jawa Timur. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto