RADAR SURABAYA – Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan program Pelatihan 1.000 Duta AI. Kegiatan selama tiga hari ini ditujukan bagi siswa SD, SMP, SMA, dan guru se-Kota Surabaya untuk membekali pemahaman etika penggunaan Artificial Intelligence (AI).
Ketua Pelaksana, Prof. Dr. I Ketut Eddy Purnama, S.T., M.T., mengungkapkan latar belakang program ini. "Permasalahan utama di kalangan pelajar adalah kurangnya pemahaman tentang etika penggunaan AI. Banyak yang memakainya untuk memanipulasi jawaban tanpa proses koreksi," paparnya, Senin (27/10).
Kondisi itu, lanjutnya, mendorong timnya mengelola hibah sinergi dari pemerintah. Tujuannya agar siswa dapat memahami risiko penggunaan AI.
Pelatihan kolaboratif ini melibatkan 900 siswa dan 260 guru. Rinciannya, 300 siswa SD dan 100 guru, 300 siswa SMP dan 100 guru, serta 300 siswa SMA dan 60 guru. Mereka dilatih untuk menjadi Duta AI yang diharapkan dapat menyebarluaskan pemanfaatan AI secara bijak di sekolah masing-masing.
Materi pelatihan dirancang bertahap, mencakup tiga topik: AI Ada di Sekitarmu, Teachable Machines with Google, dan AI Playground. Peserta dikenalkan hingga diajak mengaplikasikan berbagai jenis AI, seperti Chat GPT dan Google Gemini.
Usai pelatihan, akan digelar kompetisi antarduta AI per jenjang sekolah. Para duta akan berlomba membagikan pengalaman mereka di lingkungan sekolah. Duta dengan nilai terbaik akan mendapat penghargaan.
Dekan FTEIC ITS, Prof. Dr. Diana Purwitasari, S.Kom., menekankan pentingnya posisi AI sebagai asisten belajar. "Meski belum terlalu inklusif, AI harus terus digalakkan agar siswa mampu belajar secara efektif dan efisien," tegas guru besar Teknik Informatika ITS tersebut.
Diana menambahkan, pelatihan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
"Harapannya, pemahaman etika dan penggunaan AI bisa merata hingga tingkat nasional," pungkasnya. (rmt/rak)
Editor : Vega Dwi Arista