RADAR SURABAYA - Praktik prostitusi di kawasan Makam Kembang Kuning belum juga hilang meski sudah sering dirazia. Satpol PP Kota Surabaya kembali melakukan patroli dan penyisiran di area makam tersebut, baik siang maupun malam hari.
Kepala Satpol PP Surabaya Achmad Zaini mengatakan bahwa patroli dilakukan secara rutin untuk mengantisipasi penyakit masyarakat (Pekat) dan menjaga ketertiban umum. “Kami gencar melakukan razia ini demi kenyamanan warga kota Surabaya,” ujar Zaini di Surabaya, Kamis (22/10).
Dalam patroli kali ini, petugas mendapati dua wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) yang bersembunyi di area gelap dalam kompleks makam. Selain itu, sejumlah waria yang diduga terlibat praktik prostitusi juga diamankan. Mereka kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan di Liponsos Keputih.
Zaini menegaskan bahwa razia semacam ini akan terus dilakukan. “Kami akan lebih sering turun, terutama di lokasi-lokasi yang rawan praktik asusila,” tambahnya.
Warga sekitar berharap penertiban dilakukan lebih rutin. “Kalau malam hari suasananya bikin tidak nyaman, banyak yang mangkal di sekitar makam. Kami sebagai warga sangat terganggu kalau melintas,” kata Zainal, warga sekitar Makam Kembang Kuning.
Menurut dia, praktik prostitusi di kompleks makam legendaris itu sudah lama terjadi. Warga setempat sudah sering mengeluhkan. Termasuk para keluarga yang biasa datang berziarah di makam tersebut. “Rasanya risih karena makam yang mestinya dihormati malah dibuat tempat pelacuran,” kata Zainal. (dim)
Editor : Lambertus Hurek