RADAR SURABAYA - Suhu ekstrem hingga 35 derajat Celcius yang melanda sebagian wilayah Indonesia, termasuk Surabaya, menjadi ancaman serius bagi kesehatan, terutama kulit.
Paparan terik matahari langsung dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan kulit.
Tak hanya itu perubahan cuaca dari panas ke lembab juga berdampak pada kulit.
Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Irmadita Citrashanty, Sp.DVE., Subsp., OBK., FINSDV., FAADV, menjelaskan suhu ekstrem dan perubahan cuaca dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
"Risiko heat stroke bisa meningkat akibat pelebaran pembuluh darah dan peningkatan beban metabolik tubuh, terutama pada usia tertentu," ujarnya, Rabu (22/10).
Dalam jangka pendek, paparan suhu ekstrem dapat menyebabkan kulit kering akibat dehidrasi dan keringat berlebih, yang memicu masalah kulit seperti miliaria atau keringat buntet.
"Sedangkan dalam jangka panjang, dampaknya bisa lebih parah. Penuaan dini, seperti munculnya flek hitam, kerutan halus, dan sunburn, bisa terjadi. Bahkan, risiko kanker kulit juga meningkat," jelasnya.
Meskipun sulit dihindari karena Indonesia adalah negara tropis, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi efek negatif sengatan matahari ekstrem pada kulit.
"Hindari paparan sinar matahari ekstrem pada jam-jam tertentu dengan indeks UV tinggi. Gunakan tabir surya dengan SPF 50 dan aplikasikan ulang setiap 2-3 jam. Saat berada di luar ruangan, gunakan pakaian lengan panjang, topi, atau payung, dan pastikan hidrasi yang cukup dengan minum air secara teratur," terang dr. Irmadita.
Lebih lanjut, dr. Irmadita memberikan kiat penanganan jika sudah terlanjur terkena sengatan matahari ekstrem.
"Gunakan kipas angin untuk menurunkan suhu tubuh, kompres badan atau wajah dengan air dingin. Masker wajah dengan kandungan Aloe vera juga dapat membantu menenangkan kulit yang terpapar sinar matahari," jelas dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) ini.
Menurutnya suhu ekstrem adalah fenomena alam akibat perubahan iklim. Kulit sebagai organ terluar dan terbesar memiliki risiko kerusakan lebih besar akibat paparan sinar matahari.
"Oleh karena itu, penting untuk memahami cara melindungi dan merawat kulit agar tetap sehat," pungkasnya. (rmt)
Editor : Nofilawati Anisa