Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cuaca Panas, Es Teler Jadi Buruan Warga Surabaya

Andy Satria • Selasa, 21 Oktober 2025 | 21:49 WIB
ES TELER KEKINIAN: Salah satu pegawai di kedai es teler milik Lila Mardiana, meracik pesanan pelanggan dengan berbagai isian, di kawasan Taman Arjuno, Surabaya, Selasa (21/10).
ES TELER KEKINIAN: Salah satu pegawai di kedai es teler milik Lila Mardiana, meracik pesanan pelanggan dengan berbagai isian, di kawasan Taman Arjuno, Surabaya, Selasa (21/10).

RADAR SURABAYA - Cuaca panas yang melanda Surabaya dalam beberapa pekan terakhir membuat sejumlah penjual minuman segar kebanjiran pembeli.

Salah satunya adalah Es Teler Taman Arjuno, milik Lila Mardiana, perempuan asal Pacitan yang merantau ke Surabaya sejak 2014.

Setiap siang menjelang sore, antrean panjang pembeli terlihat di depan lapaknya yang berada di Jalan Taman Arjuno, Surabaya.

Banyak pelanggan yang rela menunggu hingga 30 menit bahkan satu jam hanya untuk menikmati es teler khas racikan Lila.

“Pas cuaca panas kayak sekarang, ramai banget, sampai antre panjang. Kadang satu orang bisa beli sampai 30 cup, jadi yang lain nunggu agak lama,” ujar Lila, Selasa (21/10).

Berawal dari pengalaman pribadi, Lila memutuskan membuka usaha es teler sejak tahun lalu.

Ide ini muncul setelah dirinya menikmati es teler, namun menurutnya kebanyakan penjual tidak bisa menyesuaikan tingkat kemanisan sesuai selera.

“Biasanya semua es teler rasanya sama manisnya. Jadi saya buat versi bisa pilih, ada plain, less sugar, dan normal. Banyak yang suka karena bisa disesuaikan,” jelasnya.

Untuk kuahnya, Lila menggunakan kombinasi fiber creme dan susu UHT, tanpa tambahan gula lagi.

Ia juga menambahkan pemanis dari susu kental manis dan gula aren, bahan yang menurutnya belum banyak digunakan di penjual es teller lain.

Ia menawarkan tiga jenis topping utama, yaitu durian montong, es krim, dan durian Medan.

Sedangkan isian es telernya tetap klasik, terdiri dari alpukat, kelapa muda, dan mutiara tanpa tambahan jeli.

“Kuahnya gak pakai santan, jadi lebih ringan dan aman buat yang menghindari santan,” tambah Lila.

Penjualan es teler Lila terbilang luar biasa. Dalam sehari, seluruh varian bisa terjual hingga 400 cup, dengan varian paling laris yaitu Es Teler Spesial yang dilengkapi durian montong dan es krim.

Durian yang digunakan berasal langsung dari Medan dan Palu.

Dalam sehari, Lila bisa menghabiskan hingga 100 pack durian, dan saat akhir pekan jumlahnya melonjak hingga 150 pack.

Usaha yang buka setiap hari pukul 14.00–20.00 WIB ini kerap tutup lebih awal karena stok cepat habis, terutama saat cuaca sedang panas-panasnya.

“Kemarin jam enam sore aja sudah habis semua. Banyak yang pesan buat dibawa pulang, soalnya tempatnya terbatas,” katanya.

Harga es teler dibanderol mulai Rp 20 ribu untuk varian biasa dan Rp 50 ribu untuk varian durian montong.

Selain melayani pembelian langsung, Lila juga menerima pesanan lewat market place dan juga WhatsApp untuk acara-acara minimal 30 porsi.

Kini, usaha es teler yang dirintisnya telah mempekerjakan tiga warga sekitar, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat setempat.

"Alhamdulillah bisa bantu tetangga juga. Jadi selain usaha jalan, ada manfaatnya buat sekitar,” tambah Lila.

Meskipun musim hujan akan datang, Lila mengaku tetap menyiapkan stok yang sama.

Sebab berdasarkan pengalamannya tahun lalu, pelanggan tetap datang, meskipun tidak sebanyak saat cuaca panas.

“Kalau musim panas memang paling ramai, tapi pas hujan pun masih banyak yang cari. Mungkin karena rasa manis segarnya bikin nagih,” pungkasnya. (sam/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#surabaya #segar #pembeli #es teler #minuman #Penjual #panas #cuaca